Hai
readers? *mukapolos* aku datang nih bawa cerpen yang waktu itu dibilangin(?),
cerpen ini sebenarnya tantangan dari “kutu alay alias Adit Gandara” udah pada
tau kan sama si gentong alay? Kalo gatau mending gausah kenalan? Anaknya suka
darting *digampar*, nah? Sebagai calon penulis provisional *amin* dengan gantle aku terima tantangan dari kutu,
jadi nih aku disuruh milih satu judul yang akan aku buat cerita pilihannya “My
Rival is my girl friend” atau yang ini “pacar khayalan” berhubung lebih menarik
yang PK jadi aku ambil judul itu. Semoga readers semua suka ya, judul ini
ngingetin sama judul sinetron di indosiar, pada inget gak? Ituloh pemainnya
Shandi Aulia sama Samuel Rizal? Dengan backsong Marcell jangan pernah berubah?
*ingetantajem* hahah ,,tapi judulnya doang yang sama isinya beda kok :*dan
fiksi banget gak ada kisah nyata atau apa apa :D ,, sudahlah dibaca yaa:* bakal ada surprise foto
di tengah tengah paragraf, so enjoy it…. :* hati hati spacing typos =..=
Baca juga ya beberapa cerpen aku , klik linknya
like+comment :* makasih
Penulis
: Yuvinaz (Yuyun Shoviana)
Tokoh
dalam cerita
Bagas
Rahman ( icil 4 )
Chindai
Lagio ( icil 4 )
Chelsea
Terryanto ( icil 4 )
Debo
Andryanto ( icil 2 )
Dea
Amanda ( icil 3 )
PACAR KHAYALAN
Kring….
Kring… kring…..
jam waker kecil yang terletak diatas
meja itu berdentang keras namun sang pemilik jam itu tak ada dikamar, waker itu
dibiarkan berdentang. Hingga seorang wanita yang tak lagi muda memasuki kamar
dengan tergesa gesa, ia terganggu dengan bunyi waker yang keras itu. Terdengar
suara pintu dibuka paksa.
“Bagas! Alarm sekeras itu kamu belum
bangun juga gas? Mama aja di dapur denger, apalagi kamu yang ada disampingnya!”
ucap mama bagas dengan suara tak kalah lantangnya, ia mematikan waker itu
dengan sekali pencet. Ia amati sekeliling kamar tak ada Bagas, anak laki
lakinya yang kini duduk dibangku sekolah menengah atas, ia singkap selimut
tebal yang ada dikasur tak ia dapati seorang bagas disana.
“bagas kemana? Bagas! Gas! Kamu dimana
gas? Cepat mandi lalu makan jangan biarin ayah nunggu terlalu lama, ngerti kamu
gas!” teriak mama bagas masih didalam ruang kamar bagas, lalu ia keluar dengan rasa bingung
dimana bagas.
10 menit kemudian
Bagas tak kunjung muncul di meja makan,
ayah dan kak Dea sudah menunggu dengan menyantap duluan sarapan yang
dihidangkan sang asisten rumah tangga.
“bagas mana ma? Jangan biarin dea nunggu
bagas lagi ma, nanti dea bisa telat ngampus” ucap dea kakak perempuan Bagas
yang kini mengenyam perkuliahan disalah satu kampus besar di Jakarta.
“ayah juga gak bisa lama lama ma, ayah
masih mau antar dea juga” kata sang ayah masih dengan tangan menyendok nasi
didepannya.
“yasudah mama panggil lagi deh” kata
sang mama langsung berjalan menuju kamar bagas.
KLEK suara pintu terbuka, sang mama
masuk ke kamar bagas ia sudah siap memarahi bagas dengan berbagai macam
kalimat, karena ini bukan kali pertama bagas terlambat berangkat sekolah. Bagas
selalu tak tepat waktu. Ia amati ruang itu, masih tak ada sosok bagas disana.
“Bagas! Kamu dimana? Ayo cepat ayah sama
kak dea udah nunggu lama” teriak mamanya namun tak ada sautan dari bagas, sang
mama menuju kamar mandi yang ada disamping kamar bagas, tak ada! “kemana anak
itu?” lirih mama bagas, seketika hatinya mencuat khawatir karena sedari tadi tak
ia temui anak lelaki bungsunya itu. Sang mama keluar dengan hati was was buru
buru memberitahu suaminya.
“Ayah, ayah! Bagas gak ada dikamarnya
yah!” kata mama bagas dengan mimic wajah khawatir membuat ayah dan kak dea
ikutan panic dan menghentikan aktivitas makan mereka.
“kamar mandi kali ma?” kata dea
Mamanya menggeleng
“terus kemana bagas, semalam dia tak
kemana mana kan kak?” kata ayahnya kepada dea
“setau dea, bagas dirumah aja yah” jawab dea ikutan tegang
“terus bagas kemana yah? Apa jangan
jangan bagas … bagas diculik? “ kata mama bagas lalu menitihkan air mata.
“mama, mama gak mungkin ah , semalam itu
aman kok, mama jangan parnoan gitu “
“terus kemana pa”
“yaudah kita cari dulu, siapa tau bagas
ketiduran di ruang lain semalam, “ kata ayah mencoba tenang
Ketiga penghuni rumah ini berpencar
kesegala sudut rumah, rumah ini memang lumayan besar, karena keluarga bagas
termasuk keluarga diatas garis kemiskinan.
“Bagas!” teriakan nama itu ramai di ucap
ayah mama dan kak dea, keluarga bagas, mama bagas mencari kearah dapur, ayah
bagas mencari keluar rumah bersama dea. Diluar rumah ayah dan dea berpencar,
ayah ke belakang rumah dan Dea menuju gerbang depan rumah, masih dengan
meneriakkan nama “Bagas!”
“duh bagas! Lo kemana sih? Lo nyusahin
mulu ya jadi anak cowok bukannya banggain mama ayah dan gue!” kata dea wajahnya
menampilkan kekesalan namun jauh dalam hatinya ia khawatir pada bagas. Saat
dekat dengan gerbang rumah tak sengaja Dea melihat sebuah kaki dibelakang pagar
yang terbuat dari tembok kokoh, kaki itu terkampar begitu saja. Dea kaget bukan
kepalang. Ia langsung berteriak histeris
“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhh! Ada
mayat!” kata dea sembari menutup kedua matanya dengan tangan menyisahkan lubang
untuk satu matanya melihat apa yang ada didepannya.
Kaki itu bergerak, “hah? Jangan jangan?
Bagas?” dea mendekati kaki itu dia berjinjit pelan untuk melihat siapa pemilik
kaki itu,dan YUP ! dia bagas! Dilihatnya bagas tengah tertidur pulas disamping
tembok pagar rumah. Speechless dengan apa yang dilihat oleh matanya ia tak
percaya bagas bisa ada disini, dea tertawa nyaring membuat ayah dan mamanya
menghapiri dea
“ayah, mama! Liat apa yang dea temuin?
Orang gila deket komplek ma” kata dea semakin menyaringkan tawanya, membuat
bagas terbangun, bagas langsung duduk dan melihat sekeliling, betapa
terkejutnya dia saat tahu posisinya sekarang tengah ada di pintu gerbang
rumahnya, dengan keadaan baru bangun, jiwa yang tak sepenuhnya menyatu dengan badan.
Mama bagas langsung memeluk bagas
sayang, “bagas, mama pikir kamu diculik nak, mama senang bisa ketemu kamu,”
ucap mamanya
Bagas semakin bingung saja dilihatnya
wajah mamanya, matanya sembab hidungnnya memerah. “ada apa yah? Mama kok
nangsi? Si kampret kak dea kok ketawa? Bagas kok ada disini?” tanya bagas
dengan polosnya iapun tak tahu bagaimana bisa ia terbangun ditempat seperti ini
bukan dikamarnya yang hangat.
“sudah sudah, bagas ayo cepat masuk,
kamu mandi, makan, dalam waktu sepuluh menit kamu harus sudah selesai, atau
akan ayah tinggal ya?” ucap sang ayah sambil menepuk pundak bagas supaya bagun.
Bagas semakin tak mengerti, ia masih
pusing.
“sepuluh menit abis buat jalan ke kamar
doang yah” kata bagas memelas
“ini udah jam tujuh kurang lima belas
menit gas, kamu mau terlambat?” kata ayah sambil memperlihatkan jam tangannya.
Bagas langsung berdiri dan berlari
menuju kamarnya sambil berteriak “jangan tinggalin bagas yah!”
“cepetan lo gas, awas kalo gue sampek
telat gara gara elo!” tambah dea
“ayah, kakak! Gak boleh gitu sama bagas,
kasihan bagas, “ kata mamanya
“mama gak usah belain si anak aneh itu
ma” kata dea seperti memiliki dendam pribadi pada bagas.
“kakak, jangan gitu, tapi mama gak habis
pikir kenapa bagas bisa sampai disni?” kata mama
“palingan dia ngigo ma, eh tapi bagas
kan gapernah kayak gini” ucap dea
“kata siapa gak pernah, dulu waktu kakak
sekolah bagas tidur siangnya dikamar gak taunya kita temuin dia di taman
belakang kak” cerita ayah bagas, mengingat kejadian dulu
Cerita ini membuat mama tersenyum
“baguslah kalau hanya mengigo” kata sang mama
“what? Kok dea baru diceritain sih yah?
Inikan aib bagas bisa dea share di twitter yah” kata dea penuh semangat,
“dea, udah yuk ma , masuk nunggu bagas dirumah saja “
**********
Disebuah
taman indah pohon pohon menjulang tinggi daunnya rindang rumput rumput hijau
mengalahkan sengatan matahari disiang itu, seorang lelaki muda dia bagas ia
terlihat sedang mencari cari sesuatu hingga terlihat oleh kedua bola matanya
seorang gadis cantik, berhidung mancung rambutnya tergerai rapi dengan gaun
dansa dengan sepatu kaca yang ia gunakan dan mahkota cantik bertengger
dikepalanya, seolah dialah cinderella itu, ia tersenyum pada bagas, senyum yang
indah dan menawan.
“gadis
itu lagi? Aku bertemu dengannya lagi, siapa gadis itu, cantik sekali” lirih
bagas karena penasaran ia dekati putri cantik itu, dia tampak nyata cantik
sekali.
“hai
putri siapa kah nama mu?” tanya bagas dengan suara aristocrat
Gadis
itu hanya tersenyum kemudian berbalik arah dan berlari meninggalkan bagas,
bagas mengejarnya namun gadis itu terus berlari, bagas tetap mengejar hingga ia
rasa menubruk sesuatu dan badannya seketika rubuh. Semua terasa gelap.
Dia bagas tengah asik mengingat ingat
penyebab ia bangun tidur sudah ada didepan gerbang rumah, untung saja gerbang
rumah terkunci rapat, kalau tidak? Pasti bagas sudah jauh entah sampai mana
karena ia rasa sedang mengejar gadis itu. Sekarangpun bagas tadi lagi menyadari
bahwa dia sedang ada dikelas dan sedang mengikuti pelajaran.
“coba ibu tanya pada bagas, kenapa air
mendidih di suhu 100ºC dan membeku pada suhu 0º C , kenapa bagas?” tanya bu
novita seorang guru Kimia yang sedang mengajar kelas XII IPA 1 itu, ia menyuruh
bagas sengaja, karena ia tahu sedari tadi bagas tampak tak berminat pada
pelajaran, ia hanya bengong memandang lurus kedepan dengan pulpen yang ia
pegang, seorang guru selalu tau mana siswa yang sungguh sungguh mendengarkan
dan yang sedang tak nyambung dengan pelajaran.
Bagas gelagapan sendiri ia berfikir
keras apa yang akan diucapkannya pada bu novita? Tak ada sesuatu yang muncul
diotaknya, itu karena ia tak mendengarkan penjelasan bu novita tadi serta ia
tak belajar tadi malam.
“gak bisa bu” jawab bagas pendek, ia
menunduk
“apanya gak bisa gak bisa gas? Air tidak
bisa membeku dan mendidih disuhu itu? Apa kamu punya teori lain?” tanya bu
novita
“bukan bu, saya gak bisa jawab
pertanyaan ibu” ucap bagas seadanya
“ada apa dengan kamu bagas? Tadi kamu
terlambat sepuluh menit masuk kelas, sampai dikelas kamu hanya bengong saja,
ada masalah? Tolong ya bagas provesional, juga untuk kalian semua, walaupun kalian
hanya seorang murid kalian juga harus provesional, kalau kalian tidak bisa
serius kapan kalian bisa sukses? Provesionallah dengan apa yang sedang kalian
kerjakan saat ini, jangan dulu mengerjakan semuanya disatu tempat supaya kalian
sukses dengan satu pekerjaan itu, pusatkan satu pikiran pada satu
pekerjaan” kata bu novita panjang lebar,
beginilah seorang bu novita jika diganggu konsentrasi mengajarnya ia tak segan
segan memberikan motivasi yang panjang supaya muridnya lebih baik lagi.
“mengerti kamu bagas? Kalian semua? “
tanya bu novita lagi
“paham bu” jawab murid lain
“sekarang siapa yang bisa menjawab
pertanyaan ibu tadi?”
Seorang gadis mengacungkan tangan, gadis
manis yang selalu duduk dibarisan paling depan ia termasuk salah satu murid aktif
dikelas selain bagas, hanya saja bagas kecolongan untuk mendapat poin.
“bagas, silahkan kamu keluar kelas, cuci
muka lalau renungkan sikap kamu dan jangan ulangi didalam kelas lagi” ucap bu
novita,
Bagas tak mencoba membantah karena ia
tahu semua akan sia sia jika bu novita sudah bicara A maka sangat sulit untuk
merubahnya menjadi B atau yang lain. Dengan berat bagas melangkah keluar kelas,
kaki nya berhenti tepat sejajar dengan tempat duduk gadis yang mengacungkan
tangan tadi, gadis bernama Cindai. Kemudian ia sedikit berbisik dekat telinga
cindai “caper” kata bagas lalu pergi begitu saja meninggalkan kelasnya.
Tak berapa lama , bell istirahat
berdentang dengan nyaringnya, memberi keceriaan disetiap anak, karena bell
inilah yang selalu mereka tunggu tunggu.
*************
“lo kenapa men? Galau? Galauin apa sih,
lo kan jomblo ngenes gas” ucap seorang lelaki yang membawa satu nampan berisi
mie ayam dan teh dingin, kemudian ia letakkan satu satu dimeja depan bagas dan
dirinya sendiri.
“sialan lo kebo! Lo percaya atau gak?
Gue mimpi gadis itu lagi!” kata bagas heboh ia sampai membelalakkan kedua
matanya.
“yang gue heran, gue lima kali mimpiin
orang yang sama, dan itu gue gak kenal sama dia” bagas lagi
“lo yakin, dia lagi? “ kata lelaki itu,
dia sahabat bagas namanya Debo Andrea
“gue yakin deb, ampek gue hapal loh muka
dia, kalo kita dipertemukan dalam keramaian gue tetep bisa ngenalin dia, gue
inget banget” kata bagas penuh keyakinan dalam kata katanya.
“elu kebanyakan menghayal sih gas, jadi
gini kan? Lo dibodoh bodohin sama mimpi lo sendiri”
“gak mungkin deb, kalo satu kali mimpi
itu namanya kebetulan, dua kali mimpi bisa jadi kepikiran kalo tiga sampek
empat kali mimpi apa iya kebetulan? Gue rasa dia jodoh gue deh”
“jodoh lo? Gue tau kenapa lo sampek bisa
bermimpi kayak gitu”
“kenapa?”
“karena lo berambisi punya pacar yang cantik
anggun elegan mirip putri impian gitu kan, makanya lo bisanya bermimpi doang
bisa ketemu sama putri itu, soalnya lo hanya cowok penghayal bukan lima pandawa
yang gagah berani itu” kata debo panjang lebar setelah itu ia menertawakan bagas.
“kurang ajar lo kebo! Tapi beneran, gue
harus mimpiin dia lagi gue harus tanya, nama dia alamat dia dan sekolah dimana
dia”
“tuh kan, emang bisa mimpi direncanain,
direquest, lo suka ngayal sih!elu sih kenayakan nonton Disney land itukan Cuma
buat anak anak, pake segala dimimpiin, lo mau jadi pangeran? Pangen berkuda
hitam?” ledek debo
“liats aja nanti kebo ireng!”
“gue tunggu itu wahai siliwangi “
“lo setres ya?”
“elo tuh setres”
**********
Bagas tak pernah lepas dari bayangan
gadis dalam mimpinya itu, ia tengah dilanda bingung gara gara dalam seminggu
ini ia tak lagi bermimpi gadis itu, dikamar yang hangat ini bagas merebahkan
tubuhya, ia bersantai ria sambil memainkan gitar dan menyanyikan sebuah lagu
milik band radja yang berjudul Cinderella, sambil membayangkan wajah cantik
gadis dalam mimpinya.
“Cinderella pun tiba degan kereta
kencana sepatu kaca hiasi kaki nya semua mata terpana akan kedatangannya
pangeranpun jatuh cinta padanya …………” suara dan petikan gitar bagas mengalun
bersamaan membuat perpaduan yang indah disana.
Tiba tiba terdengar suara pintu digedor
dengan kasarnya, bagas menghentikan permainannya.
“siapa sih!” teriak bagas kesal karena
ada yang mengganggu aktivitasnya,
Masuk seorang gadis tinggi putih rambut
sebahu dia Dea kakak bagas, dea masuk dengan perasaan jengkel terlihat sekali
saat dia menggedor kamar bagas keras.
“BAGASI, lo apain pensil alis gue sampek
tinggal segini ha?” ucap dea sambil memegang pensil alis yang sudah tinggal
sepanjang ibu jari, dea berhambur kedepan bagas meminta penjelasan atas apa
yang dilakukan bagas pada pensil alis kesayangannya.
Bagas nyengir tampa dosa dia
memperlihatkan wajah polosnya pada dea,
“sorry kak, gue pake buat ngewarnain
tugas kesenian, abisnya pensil gambar yang warna itam abis, “ kata bagas jujur
“APA? Lo gila ya, ini pensil alis mahal,
lo liat aja nih merek nya , ini merek terkenal dipake para artis tau!”
“ya tinggal beli lagi apa susahnya sih
kak? Jangan kayak orang susah deh” kata bagas tampa dosa
“heh! Bukan masalah mahal atau gak nya,
tapi ini belinya jauh di paris, lu gatau hah! Kurang ajar lo”
“sewot banget sih kak, baru pensil
alisnya gue pinjemin, belom bedak lipstick, eh tadinya gue mau pinjem lipstick
lo buat gambar yang warna merah, tapi gue kasihan sama elo sih”
Mendengar itu dea semakin kesal ia ambil
guling yang ada dikasur bagas, lalu tampa ampun ia memukuli bagas dengan guling
itu. Bagas berusaha menghindari pukulan demi pukulan.
“iya kak, gue ganti tuh pensil, sekalian
gue beliin lo satu paket kosmetik ,” kata bagas
“beneran?”
“iya, gue emang suka ngerjain lo kak!
Tapi kan gue gapernah bohong” kata bagas
Dea memang yakin bahwa bagas tidak akan
berkata bohong dan mengingkari janji, bagas adalah tipe anak penurut yang takut
berkhianat. Dea tak lagi memukuli bagas, ia asyik memandangi badcover bagas
yang berwarna lembut bertuliskan Chelsea
, dea jadi curiga, siapa Chelsea?
“jadi pacar lo namanya Chelsea , ampek
dibikinin badcover segala? Gila, lo sosweet sih tapi lo rese” kata dea
berkomentar
“ckck Chelsea pacar gue? Yakali! Makanya
kalo ada paket internet, kalo nonton tv jangan Cuma nonton infotaiment tonton
juga dong tentang olah raga, Chelsea itu nama club sepak bola kak deot!” kata
bagas menjelaskan.
“O O O club sepak bola, gue kira nama
pacar lo!, btw lo jomblo ya? Gue tau sih, emang siapa yang mau sama cowok rese
kayak elo!”
“eh kak menurut lo kalo kita mimpi
seseorang sampek lima kali itu mimpi gimana? Padahal gue gak kenal sama tuh
cewek, apa ini jodoh ya kak?”
“ngapain lo nanya gue? Lo nanya aja pak
tarno kali aja tau” kata dea
“hah! Lo emang gabisa diajak serius ya!
Sialan lo, keluar dari kamar gue sana”
“gue bakal keluar, tapi jangan lupa
janji lo ya bagasi reot” kata dea lalu pergi meninggalkan kamar bagas.
*****************
Malam itu bagas mengawali tidur dengan
doa yang biasa ia baca, ia berharap bisa memimpikan gadis anggun itu lagi. Ia
tarik selimut tebal itu sampai dada.
Bagas
tengah berada dikamarnya, namun ada yang aneh disana, seluruh isi kamarnya
dipenuhi satu kata chelsesa , di
badcover, dinding rumah, lukisan pemain bola favoritenya pun ada tulisan Chelsea
, bagas amati kesegala arah.
“Chelsea
, Chelsea , chel,,,” pada ucapan ketiga bagas berhenti karena dilihatnya gadis
yang ia rindukan kedatangannya, gadis yang kini jarang muncul dialam bawah
sadarnya.
“Chelsea
?” kata bagas, gadis itu mengangguk, penampilannya masih sama, ia berpakaian
seolah puteri impian, dengan mahkota dan sepatu kaca.
Gadis
itu membawa kertas kemudian melempar kertas itu sembarang, lalu perlahan gadis
itu menghilang seperti pemrograman dikomputer saja ia menghilang secara
perlahan.
“Chelsea!
“ panggil bagas namun tetap saja gadis itu sudah tak terlihat
Bagas
pungut kertas putih yang jatuh di lantainya, dibalik kertas itu bertuliskan
sesuatu yaitu satu kata Lagio ,
bagas berpikir sejenak,
“Chelsea
? Lagio?” lirih bagas.
“Chelsea
! Chelsea ! “ teriak bagas tak rela kehilangan sosok gadis yang muncul tadi,
dan seketika kertas bertuliskan lagio itu pun lenyap entah kemana.
Hingga
terdengar begitu nyaring seseorang memanggil namanya.
Dengan perlahan bagas membuka matanya,
betapa kagetnya dia saat mendapati kakaknya berdiri dengan gayung berwarna biru
yang biasa berada dikamar mandinya, kemudian dengan tega dea memercikkan air ke
wajah bagas.
“bangun bagas bangun! Selain rese lo
juga ngebo ya! “ kata dea
“udah kak! Rese juga elo yang ngajarin”
sungut bagas
“ngapain lo nyebut nyebut nama Chelsea?
Lo bilang pacar lo bukan Chelsea? Lo kan jones!”
Hah? Bagas kaget dengan ucapan kakaknya,
apa benar bagas mengigo sambil menyebut nama Chelsea? Seketika ia mengingat
mimpinya, bahwa ia memimpikan gadis itu datang padanya lagi, ia amati ruang
kamarnya, kembali normal.
“bengong lagi lo bagasi” cibir kakaknya
“mulai sekarang kak! Yang namanya
Chelsea itu adalah pacar gue ok! Dan gue adalah cowok romantic dengan badcover
nama cewek gue” kata bagas lalu buru buru pergi mengambil handuk dan pergi ke
kamar mandi.
“dasar bocah aneh, sebenernya dia punya
pacar gak sih?” kata dea bingung sendiri
“tau ah, urusan dia!” kata dea lagi lalu
pergi dari kamar bagas
***************
Pagi yang cerah, bagas melangkah ke
kelas penuh kebahagiaan, sepanjang jalan ia bernyanyi lagu milik band radja
yang berjudul Cinderella dengan asyiknya hingga ia tak sadar didepannya ada
gadis yang tengah berbincang dengan temannya, posisi gadis itu memang
menghalangi langkah bagas selanjutnya, karena saking asyiknya bernyanyi sampai
sampai.
BRUG!
Suara tubrukan lengan bagas dengan gadis
tadi, membuat bagas sadar dengan dunianya.
“sorry sorry “ ucap bagas sebelum
memandang gadis yang ia tabrak
“bagas!” seru gadis itu, dia cindai
teman sekelas bagas sekaligus saingan bagas untuk mendapatkan juara umum
disekolah ini.
“duh, tau elo yang gue tabrak gue
gabakalan minta maaf ndol” ucap bagas
“kurang ajar, mana bisa kayak gitu, kalo
salah ya harus minta maaf!” jawab cindai, alisnya hampir saja menyatu karena
kesalnya.
“itung itung buat ngebales dosa lo ke
gue lah ndol”
“dosa apa? Yang ada tuh elo suka bikin
perkara sama gue gas!”
“lo mau tau kesalahan lo apa? Banyak,
buku catatan fisika aja kurang cukup buat nulis kesalahan lo sama gue”
“ setres lo ya? Ngaca dong, lo pikir lo
anak baik baik gak punya dosa? Anak manis gak pernah usilin gue,? Hellaw!”
“udah ah, lu ngerusak mood gue! Liat aja
ntar pas pelajaran fisika ! lo gue bantai!” kata bagas lalu pergi begitu saja.
“huu gak takut gue sama elo, bagas
norak!” teriak cindai.
***********
Jam pertama dimulai yaitu pelajaran
kesenian, pelajaran yang tak memberatkan dan selalu menyenangkan bagi siswa .
“estetika atau keindahan, siapa yang
bisa mendevinisikan keindahan?” kata bu lisa dengan anggun, ia selalu terlihat
fresh saat mengajar.
Bagas mengancungkan tangan
“indah itu, putih, tinggi, senyumnya
manis, pakai gaun mewah, dengan mahkota dan sepatu kaca” ucap bagas, ia sedang
membayangkan keindahan dari gadis yang semalam mampir dalam mimpinya.
Sorak sorai teman teman sekelas
terdengar riuh mendengar jawaban bagas
“Cinderella kali gas”
“mana ada sepatu kaca? Ngayal mulu lo”
“bagas pagi pagi udah mendalami mimpi”
Cibiran itu yang keluar dari mulut
beberapa temannya
“emangnya dia siapa gas? Puteri impian
kamu?” tanya bu lisa, ia selalu ramah pada setiap muridnya.
“bukan gadis impian bu, tapi pacar
saya!” ucap bagas mantap.
“ciyeeeee” sorak teman temannya kompak
“sudah sudah, ada lagi yang mau
mendefiniskan estetika itu seperti apa?” tanya bu lisa
Debo mengacungkan tangan
“indah itu, bersih tampa satu kotoran
apapu bu” ucap debo
Marsha juga mengangkat tangan
“keindahan itu adalah perilaku yang baik
yang ditimbulkan manusia hingga membuat orang sekitarnya merasa nyaman” kata
marsha
Cindai ikut mengancung tangan, bagas
menunggu jawaban cindai
“keindahan itu tak bisa dinilai dengan
angka, keindahan itu dirasakan oleh setiap orangatas apa yang dilihatnya,
keindahan itu selera, keindahan sebenarnya tak bisa didefinisikan, contohnya
seorang gadis, menurut ku marsha cantik, belum tentu menurut bagas sama, karena
bagas beda level dengan saya, orang menilai itu indah karena sesuatu itu bisa
masuk dan diterima di hati dan otaknya, itu menurut saya, terimakasih” jawab
cindai membuahkan tepuk tangan dari seisi kelas.
“bagus cindai bijak sekali, bukan berarti
pendapat yang lain salah, sama betulnya semua pendapat itu patut dihargai,
bagas, debo, marsha kalian sudah baik mau menjawab dan aktif dalam kelas” ucap
bu lisa
“sial! Kenapa gue malah memikirkan
tentang sosok Chelsea, ya jelas kurang tepat kalau dibuat jawaban tadi, hah
kalah lagi sama si chendol jalanan!” runtuk bagas dalam hati.
Saat pelajaran berakhir semua siswa
mulai keluar meninggalkan kelas, mereka berhamburan keluar melepas kepenatan
pikiran setelah dituntuk mengerti dan memahami materi pembelajaran, waktu
istirahat selama menjadi wisata paling menarik untuk semua siswa.
Terlihat bagas dan debo tengah berada di
dalam kelas, disana juga masih tinggal beberapa siswa, bagas memperhatikan
gadis itu detail, dari jaman bagas kelas X sampai sekarang kelas XII bagas
selalu satu kelas dengan gadis ini dan dia selalu jadi musuh bagas dalam hal
pelajaran, dia gadis yang pintar rajin dan menarik. Namanya Lagio Cindai, asli
manado yang pindah ke Jakarta karena tuntutan pekerjaan orang tuanya.
“ayo ngantin gas, gue udah laver nih”
ajak debo dia sudah berjalan pelan menuju pintu,
Dikelas hanya ada debo bagas cindai dan
marsha, bagas berjalan mendekati cindai, cindai tau itu dia memandang bagas
seolah menantang. Cukup lama mereka bertatapan sampai debo dan marsha dibuat
khawatir oleh kedua orang ini.
“kenapa lo? Biasa aja kali, gapernah
liat cewek cerdas” kata cindai jutek
“cewek cerdas? Cewek caper kali! Cari
perhatian sana sini!” balas bagas tak kalah juteknya
“hellow! Gue gak caper tuh, gue emang
pinter, apa kurang bukti selama ini siapa yang selama ini mendapat juara umum?
Siapa? Lo tau kan? Apa lo amnesia?” lawan cindai
“hasil caper!”
“hahah bilang aja lo sirik! Gue kasih
tau ya, selama lima semester yang selalu juara umum itu gue! Lagio Cindai! Denger? Lagio Cindai” kata cindai dengan
menekan kalimat kata yang menunjukkan namanya.
Bagas seperti teringat sesuatu, ia
pandangi cindai lebih lama lagi. Saat itu pikirannya berkecamuk, apa katanya,
Lagio Cindai.
“Lagio Cindai?” tanya bagas
“iyalah, dan gak akan berubah jadi bagas
rahman atau siapaun itu!” jawab cindai
“lo… lo.. “
“iya gue, kenapa lo!”
Tampa aba aba lagi bagas langsung pergi
meninggalkan cindai, bagas menarik lengan debo kasar, posisinya kini bagas
menyeret debo seolah debo adalah tersangka tabrak lari dan bagas adalah sang
algojo.
“woy gas, lo kira gue sapi kerap lo
seret seret, lepas lepas tingkat keanehan lo udah mulai meninggi yah!” caci
debo sambil memberontak.
Bagas tetap dengan posisinya, hingga
sampai disebuah taman sekolah, disana sejuk dan pemandangan yang sangat hijau.
Bagas menghempas pegangannya terhadap lengan debo sampai debo terpental.
“kurang ajar lo ya” kata debo langsung
menjitak kepala bagas dengan kasarnya
“udah ah kayak anak kecil lo kebo!”
cibir bagas
“elo yang kayak anak kecil, lo pikir
dengan acara ngambek terus nyeret nyeret lengan gue lo kira itu kelakuannya
orang dewasa? Cowok dewasa itu tampilannya selalu berwibawa, tenang, gak grasa
grusu kayak elo!” kata debo berpetuah
“diem, gue mau curhat bow!” kata bagas
suaranya mulai serius
“what? Jadi sekarang lo mau curhat? Tadi
lo kayak anak kecil, sekarang malah jadi anak cewek! Curhat?”
“udah lo tinggal duduk siapin kuping,
kalo gue udah nyuruh lo komentar ya lo komentar, dengan syarat komentar lo
bermanfaat bagi masa depan gue” kata bagas
“busetdah, sebagai sahabat yang baik,
gue pasti dengerin kok, bentar! Tentang gadis impian itu?”
“iya! Jadi …….. “ bagas menceritakan apa
yang terjadi dalam mimpinya semalam, semuanya ia ceritakan secara detail kepada
debo.
“hah? Kalo gitu namanya Lagio Chelsea?
Atau Chelsea Lagio? Wah gila makin serius aja dunia khayal lo gas!”
“bukan lagi ngayal deb, ini adalah klu!
Kalo calon jodoh gue itu namanya Chelsea lagio! Dan yang gue kagetin? Namanya
sama kayak nama si chendol jalanan, Lagio Cindai”
“apa jangan jangan jodoh lo itu cindai?”
“eh jangan sekate kate lo ya! Cendol itu
untuk diminum bukan dipacarin!” kata bagas
“setau gue lagio itu nama marganya
cindai, apa gak lo nanya cindai aja? Siapa tahu dia masih ada keluarga sama
cindai?” usul debo
“hah lo gila? Ngeliat mukanya aja gue
males apalagi harus nanya nanya , males !”
“dari pada lo penasaran?”
“tau ah, semoga si Chelsea gak ada
hubungan apa apa sama cendol, “
***************
Malam ini bagas tak lagi berkutat dengan
buku pelajaran untuk besok, ia asik menatap layar laptopnya sesekali mengetik
sesuatu. Ia sedang asik membuka sosial media facebook dan twitter sekaligus, ia
meminjam modem milik kak dea.
Chelsea Lagio nama itu ia ketik pada
kotak pencarian di facebook setelah beberapa detik muncul nama nama dengan nama
depan Chelsea, dengan teliti dan sabar bagas menstalk satu persatu akun bernama
Chelsea itu ia lihat foto profilnya saja, namun sampai tiga puluh akun bernama
Chelsea tak juga ia dapati wajah yang serupa dengan gadis dalam mimpinya.
“apa benar Chelsea hanya imajinasiku
saja ya?” keluh bagas karena ia merasa lelah mencari cari foto yang menyerupai
akun Chelsea.
Ia klik kata hasil selanjutnya hingga muncul satu nama
“Agatha Chelsea L. ? wah jangan jangan,
ini Agatha Chelsea Lagio? “ ucap bagas, dengan semangat ia melihat foto foto
yang akun itu unggah, namun tak ada satupun foto dirinya yang ada hanya foto
foto artis barat seperti Kristen stewart Selena Gomes dan lain lain. Bagas
semakin penasaran dengan pemilik akun itu. Bagas mengirim permintaan pertemanan
dan kebetulan langsung diconfirmasi karena pemilik akun itu tengah online.
Tampa basa basi bagas langsung mengirim
chat pada akun itu
“malam, boleh kenalan ?” dari bagas
“malam juga, boleh” balas akun itu
“aku bagas, kamu siapa ?”
“aku Chelsea, “
“Chelsea Lagio ya?”
“Agatha Chelsea L”
“kamu kelas berapa?”
“aku masih sekolah”
“kamu tinggal dimana? “
“jalan pahlawan no 31”
“kamu kok gak nampilih foto pribadi sih
chels?”
“kata mama gak boleh majang foto”
“owh, gitu yah , nama sekolah kamu apa?”
“maaf, kata mama aku harus bobo, aku
off”
“yah kok off, padahal gue masih pengen
nanya nanya lebih lanjut” ucap bagas
“gapapa deh, yang penting udah ada satu
nama Chelsea lagio, gue harus deketin dia, terus gue ajak ketemuan, haahh gue
bakalan ketemu sama puteri impian gue!” kata bagas kegirangan
“Chelsea !! ai lov yu ful “ teriak bagas
didalam kamarnya
“woy balikin modem gue! “ teriak kak dea
dari kamarnya, kamar bagas dan kakaknya memang berdempetan jadi sangat jelas
sekali terdengar jika bagas mulai berisik
“iya iya, nih gue balikin sekarang!”
balas bagas
“pelit banget jadi kakak! “ cibir bagas
dengan suara pelan, kemudian ia kembalikan modem yang ia pinjam dari kakaknya.
****************
Bagas semakin akrab dengan Agatha
Chelsea L. itu setiap hari mereka selalu chattingan, bagas tak memperdulikan
omelan kak dea karena pulsa modemnya habis gara gara dipakai bagas. Hingga
suatu hari bagas mengaja Chelsea ketemuan, Chelsea mau. Dengan perasaan bahagia
bagas mengajak debo menemani dia bertemu Chelsea, bagas sangat berharap Chelsea
ini adalah puteri impiannya sama dengan yang ada dalam mimpi.
“lo yakin mau ketemuan sama Chelsea itu
gas? Ditaman bermain kayak gini? Mana kita pake seragam lagi, gak gaul banget
sih lo” cibir debo , mereka sudah berada di tempat perjanjian bagas Chelsea .
“si Chelsea kelas berapa gas? “ tanya
debo
“dia gak bilang dia kelas berapa, tapi
dia masih sekolah katanya” jawab bagas
“itu mah abstrak, janjiannya jam
berapa?”
“jam setengah empat, udah kurang lima
menit lagi nih! Lo ngumpet sana!” usir bagas sambil mendorong paksa tubuh debo
“emang suka lupa diri lo ya!” kata debo
lalu pergi bersembunyi dibalik semak semak dekat kursi pink yang ditempati
bagas.
Lima menit kemudian belum ada tanda
tanda kedatangan Chelsea, bagas semakin gelisah dan deg dekan ini adalah kali
pertamanya ketemuan dengan cewek, pengalaman pertama broh!
Beberapa menit kemudian
“maaf menunggu lama kak bagas, aku masih
les balet tadi” ucap seorang gadis kecil berseragam merah putih lengkap dengan
topi merah putih yang ia kenakan,
Bagas terbelalak kaget, matanya hampir
saja bergeser dari tempatnya, bagas mengucek ngucek matanya lalu menanmpar
pelan pipinya
“kenapa kak?” tanya gadis kecil itu
“kamu? Kamu Chelsea dek?” tanya bagas
bingung
“iya kak, aku Agatha Chelsea Larissa
yang sering chattingan sama kakak!” ucapnya lugu
Bagas mengambil nafas berat, dilihatnya
debo disana sudah terpingkal pingkal menertawakan bagas, rupanya pemilik akun
bernama Chelsea itu adalah seorang anak kecil, wajahnya pun tak sama dengan
Chelsea dalam mimpi bagas, Chelsea yang ini berkulit kecoklatan khas Indonesia,
sedangkan Chelsea dalam mimpinya berwajah bule khas belanda,
“gak mungkin!” kata bagas
“kak! Katanya mau neraktir Chelsea
eskrim yang banyak? Ayo dong kak! Kakak jangan bohong ya” rengek Chelsea
menagih janji bagas.
Bagas nyengir kuda
“iya , iya ayok dek kita ke tukang
eskrim” ajak bagas menuju penjual eskrim keliling
Chelsea kecil ini mengambil banyak
eskrim sampai membuat bagas shock kedua kalinya,
“udah dek Chelsea jangan banyak banyak,
entar kamu pingsan gara gara banyak makan eskrim loh!” ucap bagas menakut
nakuti Chelsea
“gak mungkin kak, Chelsea udah biasa makan
eskrim banyak,” kata Chelsea
“berapa pak?” tanya bagas miris
“tiga ratus ribu dek” ucap bapak penjual
eskrim
Dengan berat hati bagas mengeluarkan
tiga lembar uang bernominal seratu ribu,
“hiks, uang jajan gue seminggu nih” kata
bagas
“makasih yaa kak, sekarang Chelsea
pulang dulu, udah ditunggu mamah dimobil, dadah” kata Chelsea lalu pergi begitu
saja.
Sial! Bagas menyesali nasibnya yang
seperti ini, ia lihat isi dompetnya, kosong, miris sekali.
“gue abis dirampok anak kecil man!” kata
bagas kepada debo
Debo masih menertawakan bagas,” lo habis
berapa ribu men?” tanya debo
“tau ahh, tuh anak kecil udah main malak
malak aja ya, gak bener nih kalo kayak gini, gimana bisa maju Negara kita kalo
anak kecilnya saja seperti itu, terlalu !” ucap bagas lalu meninggalkan debo yang
masih asik mentertawakan bagas.
*****************
Hari hari bagas semakin suram ia tak tau
lagi harus menacari Chelsea lagio dimana? Bagas sempat patah semangat karena ia
tak lagi memimpikan Chelsea , usahanya mencari Chelsea selalu gagal total, apa
memang tak ada gadis seperti Chelsea itu? Apa kata kata debo itu benar bahwa Chelsea
hanya ada dalam dunia mimpinya? Apa benar dia hanya seorang penghayal yang tak
mau menerima kenyataan yang sebenarnya?
Seperti hari hari biasanya, bagas
tetaplah siswa yang rajin siswa yang aktif dan terkadang suka emosi jika yang
terjadi tak sesuai dengan harapannya. Hari ini pelajaran Kimia dengan pengajar
bu novita.
“ibu akan membacakan nilai ulangan
harian kalian minggu lalu, Lagio Cindai 100 nilai yang sempurna cindai, jangan
sampai diulangan berikutnya kamu menurun ya. “ ucap bu novita semua siswa
terpesona mendengar berapa nilai ulangan cindai, nilai yang sempurna berarti
cindai bisa menjawab semua soal dengan benar, luar biasa
Cindai memandang kebelakang, ia melihat
bagas saat tatapan mereka bertemu, cindai memeletkan lidahnya memansang wajah
konyol kepada bagas. Bagas membalas dengan memasang wajah konyol pula dengan
membulatkan matanya dan menjulurkan lidah pula kearah cindai, seperti anak
kecil saja mereka.
“lo liat aja cendol gue juga pasti dapat
seratus, gue udah mempersiapkan banget ulangan kimia ini” kata bagas dalam
hati, ia tak sabar menunggu bu novita membacakan nilainya.
“bagas rahman 95 , bagas hanya salah
satu soal saja, no 9 seharusnya kamu tidak menggunakan rumuss itu bagas, coba
lebih teliti dulu apa saja yang diketahui lalu tentukan rumus apa kira kira
yang cocok” ucap bu novita
Bagas tak percaya, dia kesal lagi lagi
dia kalah saing dari cindai,
“masa salah sih bu? Saya rasa it udah
rumus yang benar, sesuai dengan apa yang saya hapalin minggu lalu sebelum
ulangan” protes bagas
“bagas, memang ada dua rumus yang hampir
sama, tapi ada satu komponen yang tak sama, seharusnya kamu lebih jeli lagi, “
jawab bu novita
“coba ibu jelaskan dimana letak
kesalahan jawaban saya bu” kata bagas lagi
Diprotes begini tidak membuat bu novita
marah atau jengkel tapi ia senang ada muridnya yang mau mengevaluasi tidak
hanya berdiam diri.
“its ok bagas,” kata bu novita lalu
memabacakan soal kemudia ia mengerjakan soal itu dipapan tulis sehingga jelas
sudah bagi bagas dimana letak kesalahannya, dan dia menerima itu walau rasa
kesal itu masih ada karena nilainya lebih rendah dari cindai.
“bagaimana bagas?” tanya bu novita
Bagas mengangguk lemah “jelas bu” jawab
bagas , kemudian mendapat sorakan dari teman temannya. Namun bagas tak ambil
pusing.
“makanya jangan sok soan lo gas, lo
pikir lo manusia sempurna yang gak punya lupa dan salah? “ kata cindai mulai
mengompori bagas
“gausah sombong lo, palingan itu hasil
nyontek bu!” kata bagas
“enak aja! Gue gak pernah nyontek ya,
emang elo , lo pikir gue gak tau kalo lo bawa catetan kecil buat nyatetin rumus
rumus hah” semakin panas
“heh cendol, lo jangan sok tau ya, mana
buktinya, udah caper, tukang fitnah lagi”
“siapa yang fitnah, emang benerkan!”
“heh ndol, jangan maling teriak maling
ya!” kedua nya semakin sengit, apa mereka lupa bahwa didepan ada bu novita !
“BAGAS! CINDAI ! DIAM ! “ teriak bu
novita wajahnya kini memerah
“dia duluan bu ngomporin, udah gitu
fitnah saya” kata bagas
“elo duluan sok soan lo”
“STOP
!! KALIAN BERDUA SILAHKAN KELUAR!” teriak bu novita
“dia aja buk, dia yang bikin onar “ kata
cindai
“bagas, cindai silahkan keluar kelas ,
dalam hitungan ketiga, atau kalau tidak? Hasil ulangan kalian ibu anggap nol!”
kata bu novita mulai melunak
Dengan terpaksa bagas dan cinda keluar
kelas bersama sama, karena tak mau nilainya dianggap nol!
****************
Diluar kelas bagas dan cindai semakin
sengit berdebat , mereka duduk dibangku panjang yang menghadap lapangan basket.
“ini semua gara gara lo ndol! Coba mulut
lo gak sekate kate pasti gue bisa ikut pelajaran kimia!” kata bagas menyalahkan
cindai
“ya salah lo lah! Suruh siapa lo ngotot
gaka mau disalahin, bikin enek aja tau gak sih, kalo gue jadi bu novi udah gue
sobek kertas ulangan lo dan gue anggap gugur karena lo telah meragukan
penilaian bu novita! “ jawab cindai dengan argumennya
“halah, bukannya lo sendiri yang bilang
kalo manusia itu gak ada yang sempurna, bu novita kan juga manusia jadi wajar
aja dong kalo gue koreksi!”
“tapi lo tuh gak sopan, “
“kata siapa? Gue aja ngomong pake kata
saya bukan lo gue, lo gue end” kata bagas
“hih anak lebay juga lo yah”
“emang susah ngomong sama anak yang sok
kritis!”
Keduanya diam, melanjutkan pikiran
masing masing mungkin saja mereka telah lelah berdebat karena mereka sadar
tidak akan ada yang mau mengalah, apalagi cindai bagas rasa itu sangat mustahil
jika cindai mau mengalah.
Hening
Bagas teringat sesuatu
“Lagio Cindai, Chelsea Lagio” ucap bagas
dalam hati, kini otaknya diliputi rasa ingin tahu, ingin sekali ia bertanya
pada cindai, tapi sangat gengsi, bisa bisa cindai mentertawainya jika memang
benar sosok Chelsea itu tak ada. Bagas memandang cindai dalam ia perhatikan
betul wajah cinda dari samping.
“lama lama si cendol manis juga ya,
kayak es cendol kang sule manis” batin bagas, kalimat itu terlontar begitu saja
dihatinya
Sadar diperhatikan cindai mulai merasa
risih.
“ngapain lo mandang gue sebegitunya?
Jangan bilang lo naksir gue gas? Duh bisa kebalik entar monas dijakarta” ucap
cindai lagaknya seperti orang panik
“kurang ajar lo, siapa juga yang naksir
, gue Cuma mau nanya…… “ ucap bagas menggantung ucapannya karena ia masih ragu
mengatakan itu pada cindai
“apa?” tanya cindai
“gue mau…. “
“apa ? lo mau nanya gimana caranya gue
dapat nilai seratus? Ya belajar lah, katanya lo pinter, ginian aja lo nanyain
ke gue? Ckck”
“bukan begok!, gue Cuma mau nanya kok lo
bisa sih jadi cewek caper sama semua guru! Lo tuh gak pinter yang pinter mah
gue, “ ucap bagas kemudian
“what! Lo kurang ajar sih jadi anak, lo
pikir……. “
Belom selesai cindai berucap bagas sudah
pergi begitu saja dengan menutup kedua telinganya. Cindai dibuat jengkel akan
sikap bagas yang meninggalkannya begitu saja.
***************
Malam ini bagas kembali uring uringan,
rasa penasarannya pada puteri dalam mimpinya itu semakin berkurang, sudah lebih
dari tiga bulan bagas mencarinya namun tak kunjung bertemu , ditambah lagi
puteri itu tak pernah muncul dalam mimpinya lagi.
“chels kalo misalnya kita ketemu, aku
bakal ceritaan semua ke kamu, kamu yang selalu datang dalam mimpi indahku, aku
bahkan sangat mengenali wajahmu walau kita tak pernah bertemu, kamu pacar
impian aku chels, aku harap kita benar benar bisa bersatu seperti kisah
Cinderella yang aku tonton semasa kecil dulu. Aku bakal nyatain perasaan aku ke
kamu, aku yakin kamu pasti juga suka sama aku, kalo kamu gak suka aku, ngapain
kamu dateng menjadi mimpi indahku? kita akan bahagia Chelsea !” ucap bagas, ia
kembali meyakinkan dirinya akan keberadaan sosok Chelsea.
Bagas kembali membuka akun facebooknya
ia berencana mencari akun bernama Chelsea dan mengajaknya bertemu, ia tak takut
salah orang, karena baginya salah itu biasa. Sebelum memulai pencarian, bagas
meng-update status terbaru dahulu.
“ CHELSEA <3 “
Satu kata itu yang bagas tulis dikolong
status kemudian ia klik share. Beberapa detik kemudian status bagas sudah
muncul diberanda, ia lihat beberapa status dari teman temannya hingga ia
temukan status seseorang yang membuat matanya terbelalak, jantungnya bekerja
dari garis normal, perlaha ia baca status itu.
“ Lagio Chindai
Mengenang
satu tahun kepergian adikku tersayang Chelsea Lagio “
Status
it membuat tamparan keras untuk bagas, ia sampai membaca berulang ulang status
dari cindai teman sekelasnya itu. Jarinya bergetar hebat, pikiran bagas kini
campur aduk,
“adik
? Chelsea Lagio? Sama seperti ? arrrggghhh !”ucap bagas
bagas segera melihat akun cindai lebih jauh,
tujuan utamanya adalah melihat lihat foto foto yang diupload cindai. Dan betapa
kagetnya dia saat menemui satu foto, dimana foto itu menampakkan seorang gadis
cantik dengan gaun ala Cinderella dengan sepatu kaca dan mahkota cantik atas
kepalanya. Mirip sekali dengan gadis dalam mimpinya, benar dia Chelsea yang
selama ini dicari bagas, dia Chelsea pacar khayalan bagas, dia Chelsea yang
mengisi mimpi indah bagas, dia Chelsea yang membuat hari hari bagas lebih
berwarna. Dia Chelsea, Chelsea Lagio.
Pada
foto itu terdapat keterangan “HBD CHELSEA
15 THN”
Bagas
save foto Chelsea itu, karena foto itu benar benar mirip dengan Chelsea dalam
mimpinya.
“apa
benar dia adik cindai? “ bagas terus menelusuri foto foto yang ada dalam
facebook cindai. Banyak ia temukan foto foto cindai bersama sosok Chelsea.
Bagas
semakin terpukul dengan kenyataan yang ada, ia tak bisa menerima bahwa puteri
yang selama ini ia mimpikan sudah tiada, puteri yang selama ini menemani
mimpinya sudah tiada, puteri yang ia idam idamkan sudah tiada, puteri itu
Chelsea adik dari saingannya disekolah. Ia bahkan tak tau bagaimana ia harus menyapa
cindai besok. Tapi inilah kenyataannya, ia harus pertanyakan semuanya pada
cindai besok, ya besok!
Bagas
tak bisa memejamkan matanya, sungguh tak bisa ia alihkan pandangannya dari foto
Chelsea. Ia belum bertemu dengan sosok Chelsea secara nyata ternyata sosok itu
sudah tiada. Bagas harus menerima kenyataan pahit ini.
Malam
semakin larut , perlahan lahan bagas tertidur juga, ia tertidur pulas sampai
lupa mematikan laptopnya, sampai laptop itu mati karena lowbath.
Ditempat yang sama ,
disebuah taman hijau nan indah, bagas terduduk dibangku berwarna putih, ia tahu
ini adalah tempat ia akan bertemu dengan Chelsea, bagas memperhatikan
sekelilingnya, namun tak ada Chelsea, ia tunggu Chelsea, bagas yakin jika
dirinya sudah berada ditempat ini dia pasti bertemu Chelsea.
“kak bagas” ucap
seseorang,
Bagas menoleh
kebelakang, benar itu suara Chelsea, akhirnya Chelsea bersuara, penampilan
Chelsea kini berbeda tak memakai gaun seperti biasanya, ia memakai dress serba
putih dengan sayap putih dipunggungnya, ia juga tak memakai mahkota, diatas
kepalanya ada lingkaran putih tak berpenyangga layaknya malaikat malaikat dalam
film. Tapi kali ini Chelsea tak sendirian, ia lihat disamping Chelsea ada,
chindai .
“cindai?” tanya bagas
pelan.
Chelsea tersenyum manis
kearah bagas , Chelsea membawa satu kertas lagi dan ia melemparnya sembarang,
kemudian Chelsea perlahan lahan menghilang seperti mimpi yang terdahulu saat
Chelsea memperkenalkan namanya sebagai Chelsea Lagio.
“Chelsea ! Chelsea !
jangan pergi chels! Aku masih ingin bersama kamu chels” teriak bagas , ia pungut
kertas itu bertuliskan nama yang sama yaitu Lagio,
bagas menatap cindai,
ia mengenakan apa yang dikenakan Chelsea dalam mimpinya, mahkota cantik, sepatu
kaca dam gaun ala Cinderella dalam mimpinya. Cindai benar benar beda tak
seperti cindai yang ada dalam kelas bagas, cindai seperti puteri dalam dongeng,
ia menggantikan posisi Chelsea,
“tapi Chelsea ? CHELSEA
!” teriak bagas menyebut nama Chelsea
Dan byurrrr ! seketika
ia rasa ada air mengguyur wajahnya
Bagas
terbangun dari tidurnya , ia lihat kakaknya tengah menyeringai dengan gayung
yang ada ditangannya, ia rasa kepalanya basah, pasti kak dea sudah mengguyurnya
lagi,
“apa
apaan sih lo denot, bisa gak sih lo gak usah nyiram gue? Bangun dengan
manusiawi bisa kali “’ ucap bagas kesal
“heh
tiap lo mimpi yang namanya Chelsea, lo pasti terlambat bangun, emang Chelsea
itu kayak apa sih? Gue udah pukulin lengan lo, gue udah teriak teriak tapi lo
gak juga bangun!” kata dea
“yang
pasti Chelsea itu cantik, manis, anggun, gak kayak elo resek galak jutek, pelit
!” ucap bagas lalu buru buru pergi ke kamar mandi takut kak dea menyerangnya.
****************
Sesampainya
disekolah bagas buru buru mencari cindai, banyak hal yang ingin bagas sampaikan
pada cindai, bagas mencari cindai di kelas namun tak ia temukan juga.
“deb
liat si cindai gak?” tanya bagas
“hah?
Sejak kapan lo nyariin cindai sebegini antusiasnya? Lo mau ngpain sama cindai?”
tanya debo
“sini
deh, ternyata ……………………. “ bagas menceritakan seluruh kenyataan itu pada debo
mimpi yang semalam pun ia utarakan pada debo, membuat debo takjud apalagi saat
melihat foto Chelsea yang mengenakan gaun ala Cinderella debo benar benar
terpesona,
“gilaaa
cantik banget ya bro, tapi sayang udah gak ada” ucap debo
“yaudah
makanya ayok gue nyari cindai”
“buat
apa? Lo mau certain semuanya pada cindai?”
“iyalah!”
“cindai
ada dimana? “ tanya bagas
“di
aula tadi gue lihat”
Kedua
nya pun langsung menuju ke aula, bagas sudah tidak sabar ingin bertemu dengan
cindai. Saat hendak memasuki aula hampir saja bagas menubruk seseorang tapi
beruntung ia bisa mengerem langkah kakinya.
Dan
betapa kagetnya dia saat melihat makhluk didepannya, seorang gadis memakai gaun
yang sama dengan gaun yang dipakai gadis dalam mimpinya. Dengan sepatu kaca
mahkota cantik dan gaun ala Cinderella, bagas dan debo memperhatikan itu secara
seksama, dia chindai teman sekelas mereka.
“cindai,
ini elo? “ kata bagas takjub, cindai mengenakan gaun yang sama dengan gaun yang
bagas temui di mimpinya, yaps ini cindai dalam mimpinya, cindai yang anggun
yang manis dan cantik bukan cindai yang galak dan rese dalam kelas.
“iya
gas, kenapa?” ucap cindai
“ndai,
lo gila cans banget” ucap debo
“mirip
di mimpi gue” lirih bagas, namun terdengar jelas ditelinga cindai
“lo
mimpiin gue? “ kata cindai membuat bagas gelagapan sendiri
“ia
jadi.. sebenernya…. Kamu. Eh .. elo… “ bagas terbata bata saat bicara ia rasa
gugup berhadapan dengan cindai.
“cindai,
ayo mulai !” panggil seseorang dari dalam aula. Gedung aula dipenuhi oleh murid
murid
“eh
duluan yah!” ucap cindai lalu masuk ke aula
“dia
aula ada apaan deb?” tanya bagas yang keheranan
“di
aula lagi ada pertunjukan theater , dan gue gak nyangka cindai yang berperan
sebagai putrid kerajaan itu” ucap debo
“nonton
yuk deb” bagas dan debo mulai berdesak desakan dengan penonton hingga ia sampai
dibarisan paling depan.
Akhirnya
kehidupan bagas tak lagi penuh dengan khayalan , karena gadis impiannya sudah
ia temukan, gadis yang mengisi hari harinya bukan hanya mengisi alam mimpinya,
gadis itu cindai kakak dari Chelsea, bagas tak lagi bersaing dengan cindai,
bahkan mereka selalku akur sampai hari kelulusan mereka tiba. Keduanya tak
dapat dipisahkan bagas dan cindai selalu bersama dan happily ever after.
TAMAT
!!
Huah! Gimana perasaannya setelah
membaca cerpen ini? Ada bagian favorite gak? Terus alurnya gimana ? bagus atau
berantakan atau gimana? Typo masih bertebaran gak sih? Maapin yak kan gue
penulis bukan ahli ketik :3 *plak* ,,
Ditunggu komentar yang cerdas ya:*
kan BDS pintar pintar, komen alur dan pendapat ceritanya ya,, jangan komen
“next” karena ini udah end , jangan komen “keren” karena semua tulisan itu
keren(?) okee ngertikan? Ditunggu yaa readers :* ,, bikin penulis senang dengan
komen kalian, bukan hanya pujian, tapi komen kritik dan saran juga sangat
dibutuhkan :* muach, thakns udah baca ,,
Follow tweet @YuyunShovia
Ask about everything di ask.fm
@yuvinaz (tetep promo) hehehhh :*
Komentar
Posting Komentar