PACAR KHAYALAN (CERPEN BAGAS CINDAI)


Hai readers? *mukapolos* aku datang nih bawa cerpen yang waktu itu dibilangin(?), cerpen ini sebenarnya tantangan dari “kutu alay alias Adit Gandara” udah pada tau kan sama si gentong alay? Kalo gatau mending gausah kenalan? Anaknya suka darting *digampar*, nah? Sebagai calon penulis provisional *amin*  dengan gantle aku terima tantangan dari kutu, jadi nih aku disuruh milih satu judul yang akan aku buat cerita pilihannya “My Rival is my girl friend” atau yang ini “pacar khayalan” berhubung lebih menarik yang PK jadi aku ambil judul itu. Semoga readers semua suka ya, judul ini ngingetin sama judul sinetron di indosiar, pada inget gak? Ituloh pemainnya Shandi Aulia sama Samuel Rizal? Dengan backsong Marcell jangan pernah berubah? *ingetantajem* hahah ,,tapi judulnya doang yang sama isinya beda kok :*dan fiksi banget gak ada kisah nyata atau apa apa :D ,,  sudahlah dibaca yaa:* bakal ada surprise foto di tengah tengah paragraf, so enjoy it…. :* hati hati spacing typos =..=

Baca  juga ya beberapa cerpen aku , klik linknya like+comment :* makasih

Antara Cinta dan Cita (khusus anniv clcs) https://www.facebook.com/notes/1502966813325658/


Penulis : Yuvinaz (Yuyun Shoviana)

Tokoh dalam cerita
Bagas Rahman ( icil 4 )
Chindai Lagio ( icil 4 )
Chelsea Terryanto ( icil 4 )
Debo Andryanto ( icil 2 )
Dea Amanda ( icil 3 )



PACAR KHAYALAN
           


                        Kring…. Kring… kring…..

jam waker kecil yang terletak diatas meja itu berdentang keras namun sang pemilik jam itu tak ada dikamar, waker itu dibiarkan berdentang. Hingga seorang wanita yang tak lagi muda memasuki kamar dengan tergesa gesa, ia terganggu dengan bunyi waker yang keras itu. Terdengar suara pintu dibuka paksa.

“Bagas! Alarm sekeras itu kamu belum bangun juga gas? Mama aja di dapur denger, apalagi kamu yang ada disampingnya!” ucap mama bagas dengan suara tak kalah lantangnya, ia mematikan waker itu dengan sekali pencet. Ia amati sekeliling kamar tak ada Bagas, anak laki lakinya yang kini duduk dibangku sekolah menengah atas, ia singkap selimut tebal yang ada dikasur tak ia dapati seorang bagas disana.

“bagas kemana? Bagas! Gas! Kamu dimana gas? Cepat mandi lalu makan jangan biarin ayah nunggu terlalu lama, ngerti kamu gas!” teriak mama bagas masih didalam ruang kamar  bagas, lalu ia keluar dengan rasa bingung dimana bagas.

10 menit kemudian

Bagas tak kunjung muncul di meja makan, ayah dan kak Dea sudah menunggu dengan menyantap duluan sarapan yang dihidangkan sang asisten rumah tangga.

“bagas mana ma? Jangan biarin dea nunggu bagas lagi ma, nanti dea bisa telat ngampus” ucap dea kakak perempuan Bagas yang kini mengenyam perkuliahan disalah satu kampus besar di Jakarta.

“ayah juga gak bisa lama lama ma, ayah masih mau antar dea juga” kata sang ayah masih dengan tangan menyendok nasi didepannya.

“yasudah mama panggil lagi deh” kata sang mama langsung berjalan menuju kamar bagas.

KLEK suara pintu terbuka, sang mama masuk ke kamar bagas ia sudah siap memarahi bagas dengan berbagai macam kalimat, karena ini bukan kali pertama bagas terlambat berangkat sekolah. Bagas selalu tak tepat waktu. Ia amati ruang itu, masih tak ada sosok bagas disana.

“Bagas! Kamu dimana? Ayo cepat ayah sama kak dea udah nunggu lama” teriak mamanya namun tak ada sautan dari bagas, sang mama menuju kamar mandi yang ada disamping kamar bagas, tak ada! “kemana anak itu?” lirih mama bagas, seketika hatinya mencuat khawatir karena sedari tadi tak ia temui anak lelaki bungsunya itu. Sang mama keluar dengan hati was was buru buru memberitahu suaminya.

“Ayah, ayah! Bagas gak ada dikamarnya yah!” kata mama bagas dengan mimic wajah khawatir membuat ayah dan kak dea ikutan panic dan menghentikan aktivitas makan mereka.

“kamar mandi kali ma?” kata dea

Mamanya menggeleng

“terus kemana bagas, semalam dia tak kemana mana kan kak?” kata ayahnya kepada dea


“setau dea, bagas dirumah aja yah”  jawab dea ikutan tegang

“terus bagas kemana yah? Apa jangan jangan bagas … bagas diculik? “ kata mama bagas lalu menitihkan air mata.

“mama, mama gak mungkin ah , semalam itu aman kok, mama jangan parnoan gitu “

“terus kemana pa”

“yaudah kita cari dulu, siapa tau bagas ketiduran di ruang lain semalam, “ kata ayah mencoba tenang

Ketiga penghuni rumah ini berpencar kesegala sudut rumah, rumah ini memang lumayan besar, karena keluarga bagas termasuk keluarga diatas garis kemiskinan.

“Bagas!” teriakan nama itu ramai di ucap ayah mama dan kak dea, keluarga bagas, mama bagas mencari kearah dapur, ayah bagas mencari keluar rumah bersama dea. Diluar rumah ayah dan dea berpencar, ayah ke belakang rumah dan Dea menuju gerbang depan rumah, masih dengan meneriakkan nama “Bagas!”

“duh bagas! Lo kemana sih? Lo nyusahin mulu ya jadi anak cowok bukannya banggain mama ayah dan gue!” kata dea wajahnya menampilkan kekesalan namun jauh dalam hatinya ia khawatir pada bagas. Saat dekat dengan gerbang rumah tak sengaja Dea melihat sebuah kaki dibelakang pagar yang terbuat dari tembok kokoh, kaki itu terkampar begitu saja. Dea kaget bukan kepalang. Ia langsung berteriak histeris


 “Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhh! Ada mayat!” kata dea sembari menutup kedua matanya dengan tangan menyisahkan lubang untuk satu matanya melihat apa yang ada didepannya.

Kaki itu bergerak, “hah? Jangan jangan? Bagas?” dea mendekati kaki itu dia berjinjit pelan untuk melihat siapa pemilik kaki itu,dan YUP ! dia bagas! Dilihatnya bagas tengah tertidur pulas disamping tembok pagar rumah. Speechless dengan apa yang dilihat oleh matanya ia tak percaya bagas bisa ada disini, dea tertawa nyaring membuat ayah dan mamanya menghapiri dea




“ayah, mama! Liat apa yang dea temuin? Orang gila deket komplek ma” kata dea semakin menyaringkan tawanya, membuat bagas terbangun, bagas langsung duduk dan melihat sekeliling, betapa terkejutnya dia saat tahu posisinya sekarang tengah ada di pintu gerbang rumahnya, dengan keadaan baru bangun, jiwa yang tak sepenuhnya menyatu  dengan badan.

Mama bagas langsung memeluk bagas sayang, “bagas, mama pikir kamu diculik nak, mama senang bisa ketemu kamu,” ucap mamanya

Bagas semakin bingung saja dilihatnya wajah mamanya, matanya sembab hidungnnya memerah. “ada apa yah? Mama kok nangsi? Si kampret kak dea kok ketawa? Bagas kok ada disini?” tanya bagas dengan polosnya iapun tak tahu bagaimana bisa ia terbangun ditempat seperti ini bukan dikamarnya yang hangat.

“sudah sudah, bagas ayo cepat masuk, kamu mandi, makan, dalam waktu sepuluh menit kamu harus sudah selesai, atau akan ayah tinggal ya?” ucap sang ayah sambil menepuk pundak bagas supaya bagun.

Bagas semakin tak mengerti, ia masih pusing.

“sepuluh menit abis buat jalan ke kamar doang yah” kata bagas memelas

“ini udah jam tujuh kurang lima belas menit gas, kamu mau terlambat?” kata ayah sambil memperlihatkan jam tangannya.

Bagas langsung berdiri dan berlari menuju kamarnya sambil berteriak “jangan tinggalin bagas yah!”

“cepetan lo gas, awas kalo gue sampek telat gara gara elo!” tambah dea

“ayah, kakak! Gak boleh gitu sama bagas, kasihan bagas, “ kata mamanya

“mama gak usah belain si anak aneh itu ma” kata dea seperti memiliki dendam pribadi pada bagas.

“kakak, jangan gitu, tapi mama gak habis pikir kenapa bagas bisa sampai disni?” kata mama

“palingan dia ngigo ma, eh tapi bagas kan gapernah kayak gini” ucap dea

“kata siapa gak pernah, dulu waktu kakak sekolah bagas tidur siangnya dikamar gak taunya kita temuin dia di taman belakang kak” cerita ayah bagas, mengingat kejadian dulu

Cerita ini membuat mama tersenyum “baguslah kalau hanya mengigo” kata sang mama

“what? Kok dea baru diceritain sih yah? Inikan aib bagas bisa dea share di twitter yah” kata dea penuh semangat,

“dea, udah yuk  ma , masuk nunggu bagas dirumah saja “



**********


Disebuah taman indah pohon pohon menjulang tinggi daunnya rindang rumput rumput hijau mengalahkan sengatan matahari disiang itu, seorang lelaki muda dia bagas ia terlihat sedang mencari cari sesuatu hingga terlihat oleh kedua bola matanya seorang gadis cantik, berhidung mancung rambutnya tergerai rapi dengan gaun dansa dengan sepatu kaca yang ia gunakan dan mahkota cantik bertengger dikepalanya, seolah dialah cinderella itu, ia tersenyum pada bagas, senyum yang indah dan menawan.

“gadis itu lagi? Aku bertemu dengannya lagi, siapa gadis itu, cantik sekali” lirih bagas karena penasaran ia dekati putri cantik itu, dia tampak nyata cantik sekali.

“hai putri siapa kah nama mu?” tanya bagas dengan suara aristocrat

Gadis itu hanya tersenyum kemudian berbalik arah dan berlari meninggalkan bagas, bagas mengejarnya namun gadis itu terus berlari, bagas tetap mengejar hingga ia rasa menubruk sesuatu dan badannya seketika rubuh. Semua terasa gelap.
                                            
Dia bagas tengah asik mengingat ingat penyebab ia bangun tidur sudah ada didepan gerbang rumah, untung saja gerbang rumah terkunci rapat, kalau tidak? Pasti bagas sudah jauh entah sampai mana karena ia rasa sedang mengejar gadis itu. Sekarangpun bagas tadi lagi menyadari bahwa dia sedang ada dikelas dan sedang mengikuti pelajaran.


“coba ibu tanya pada bagas, kenapa air mendidih di suhu 100ºC dan membeku pada suhu 0º C , kenapa bagas?” tanya bu novita seorang guru Kimia yang sedang mengajar kelas XII IPA 1 itu, ia menyuruh bagas sengaja, karena ia tahu sedari tadi bagas tampak tak berminat pada pelajaran, ia hanya bengong memandang lurus kedepan dengan pulpen yang ia pegang, seorang guru selalu tau mana siswa yang sungguh sungguh mendengarkan dan yang sedang tak nyambung dengan pelajaran.

Bagas gelagapan sendiri ia berfikir keras apa yang akan diucapkannya pada bu novita? Tak ada sesuatu yang muncul diotaknya, itu karena ia tak mendengarkan penjelasan bu novita tadi serta ia tak belajar tadi malam.

“gak bisa bu” jawab bagas pendek, ia menunduk

“apanya gak bisa gak bisa gas? Air tidak bisa membeku dan mendidih disuhu itu? Apa kamu punya teori lain?” tanya bu novita

“bukan bu, saya gak bisa jawab pertanyaan ibu” ucap bagas seadanya

“ada apa dengan kamu bagas? Tadi kamu terlambat sepuluh menit masuk kelas, sampai dikelas kamu hanya bengong saja, ada masalah? Tolong ya bagas provesional, juga untuk kalian semua, walaupun kalian hanya seorang murid kalian juga harus provesional, kalau kalian tidak bisa serius kapan kalian bisa sukses? Provesionallah dengan apa yang sedang kalian kerjakan saat ini, jangan dulu mengerjakan semuanya disatu tempat supaya kalian sukses dengan satu pekerjaan itu, pusatkan satu pikiran pada satu pekerjaan”  kata bu novita panjang lebar, beginilah seorang bu novita jika diganggu konsentrasi mengajarnya ia tak segan segan memberikan motivasi yang panjang supaya muridnya lebih baik lagi.

“mengerti kamu bagas? Kalian semua? “ tanya bu novita lagi

“paham bu” jawab murid lain

“sekarang siapa yang bisa menjawab pertanyaan ibu tadi?”

Seorang gadis mengacungkan tangan, gadis manis yang selalu duduk dibarisan paling depan ia termasuk salah satu murid aktif dikelas selain bagas, hanya saja bagas kecolongan untuk mendapat poin.

“bagas, silahkan kamu keluar kelas, cuci muka lalau renungkan sikap kamu dan jangan ulangi didalam kelas lagi” ucap bu novita,

Bagas tak mencoba membantah karena ia tahu semua akan sia sia jika bu novita sudah bicara A maka sangat sulit untuk merubahnya menjadi B atau yang lain. Dengan berat bagas melangkah keluar kelas, kaki nya berhenti tepat sejajar dengan tempat duduk gadis yang mengacungkan tangan tadi, gadis bernama Cindai. Kemudian ia sedikit berbisik dekat telinga cindai “caper” kata bagas lalu pergi begitu saja meninggalkan kelasnya.

Tak berapa lama , bell istirahat berdentang dengan nyaringnya, memberi keceriaan disetiap anak, karena bell inilah yang selalu mereka tunggu tunggu.


*************


“lo kenapa men? Galau? Galauin apa sih, lo kan jomblo ngenes gas” ucap seorang lelaki yang membawa satu nampan berisi mie ayam dan teh dingin, kemudian ia letakkan satu satu dimeja depan bagas dan dirinya sendiri.

“sialan lo kebo! Lo percaya atau gak? Gue mimpi gadis itu lagi!” kata bagas heboh ia sampai membelalakkan kedua matanya.

“yang gue heran, gue lima kali mimpiin orang yang sama, dan itu gue gak kenal sama dia” bagas lagi

“lo yakin, dia lagi? “ kata lelaki itu, dia sahabat bagas namanya Debo Andrea

“gue yakin deb, ampek gue hapal loh muka dia, kalo kita dipertemukan dalam keramaian gue tetep bisa ngenalin dia, gue inget banget” kata bagas penuh keyakinan dalam kata katanya.

“elu kebanyakan menghayal sih gas, jadi gini kan? Lo dibodoh bodohin sama mimpi lo sendiri”

“gak mungkin deb, kalo satu kali mimpi itu namanya kebetulan, dua kali mimpi bisa jadi kepikiran kalo tiga sampek empat kali mimpi apa iya kebetulan? Gue rasa dia jodoh gue deh”

“jodoh lo? Gue tau kenapa lo sampek bisa bermimpi kayak gitu”

“kenapa?”

“karena lo berambisi punya pacar yang cantik anggun elegan mirip putri impian gitu kan, makanya lo bisanya bermimpi doang bisa ketemu sama putri itu, soalnya lo hanya cowok penghayal bukan lima pandawa yang gagah berani itu” kata debo panjang lebar setelah  itu ia menertawakan bagas.

“kurang ajar lo kebo! Tapi beneran, gue harus mimpiin dia lagi gue harus tanya, nama dia alamat dia dan sekolah dimana dia”

“tuh kan, emang bisa mimpi direncanain, direquest, lo suka ngayal sih!elu sih kenayakan nonton Disney land itukan Cuma buat anak anak, pake segala dimimpiin, lo mau jadi pangeran? Pangen berkuda hitam?”  ledek debo

“liats aja nanti kebo ireng!”

“gue tunggu itu wahai siliwangi “

“lo setres ya?”

“elo tuh setres”


**********



Bagas tak pernah lepas dari bayangan gadis dalam mimpinya itu, ia tengah dilanda bingung gara gara dalam seminggu ini ia tak lagi bermimpi gadis itu, dikamar yang hangat ini bagas merebahkan tubuhya, ia bersantai ria sambil memainkan gitar dan menyanyikan sebuah lagu milik band radja yang berjudul Cinderella, sambil membayangkan wajah cantik gadis dalam mimpinya.

“Cinderella pun tiba degan kereta kencana sepatu kaca hiasi kaki nya semua mata terpana akan kedatangannya pangeranpun jatuh cinta padanya …………” suara dan petikan gitar bagas mengalun bersamaan membuat perpaduan yang indah disana.

Tiba tiba terdengar suara pintu digedor dengan kasarnya, bagas menghentikan permainannya.

“siapa sih!” teriak bagas kesal karena ada yang mengganggu aktivitasnya,

Masuk seorang gadis tinggi putih rambut sebahu dia Dea kakak bagas, dea masuk dengan perasaan jengkel terlihat sekali saat dia menggedor kamar bagas keras.

“BAGASI, lo apain pensil alis gue sampek tinggal segini ha?” ucap dea sambil memegang pensil alis yang sudah tinggal sepanjang ibu jari, dea berhambur kedepan bagas meminta penjelasan atas apa yang dilakukan bagas pada pensil alis kesayangannya.

Bagas nyengir tampa dosa dia memperlihatkan wajah polosnya pada dea,

“sorry kak, gue pake buat ngewarnain tugas kesenian, abisnya pensil gambar yang warna itam abis, “ kata bagas jujur

“APA? Lo gila ya, ini pensil alis mahal, lo liat aja nih merek nya , ini merek terkenal dipake para artis tau!”

“ya tinggal beli lagi apa susahnya sih kak? Jangan kayak orang susah deh” kata bagas tampa dosa

“heh! Bukan masalah mahal atau gak nya, tapi ini belinya jauh di paris, lu gatau hah! Kurang ajar lo”

“sewot banget sih kak, baru pensil alisnya gue pinjemin, belom bedak lipstick, eh tadinya gue mau pinjem lipstick lo buat gambar yang warna merah, tapi gue kasihan sama elo sih”

Mendengar itu dea semakin kesal ia ambil guling yang ada dikasur bagas, lalu tampa ampun ia memukuli bagas dengan guling itu. Bagas berusaha menghindari pukulan demi pukulan.

“iya kak, gue ganti tuh pensil, sekalian gue beliin lo satu paket kosmetik ,” kata bagas

“beneran?”

“iya, gue emang suka ngerjain lo kak! Tapi kan gue gapernah bohong” kata bagas

Dea memang yakin bahwa bagas tidak akan berkata bohong dan mengingkari janji, bagas adalah tipe anak penurut yang takut berkhianat. Dea tak lagi memukuli bagas, ia asyik memandangi badcover bagas yang berwarna lembut bertuliskan Chelsea , dea jadi curiga, siapa Chelsea?

“jadi pacar lo namanya Chelsea , ampek dibikinin badcover segala? Gila, lo sosweet sih tapi lo rese” kata dea berkomentar

“ckck Chelsea pacar gue? Yakali! Makanya kalo ada paket internet, kalo nonton tv jangan Cuma nonton infotaiment tonton juga dong tentang olah raga, Chelsea itu nama club sepak bola kak deot!” kata bagas menjelaskan.

“O O O club sepak bola, gue kira nama pacar lo!, btw lo jomblo ya? Gue tau sih, emang siapa yang mau sama cowok rese kayak elo!”

“eh kak menurut lo kalo kita mimpi seseorang sampek lima kali itu mimpi gimana? Padahal gue gak kenal sama tuh cewek, apa ini jodoh ya kak?”

“ngapain lo nanya gue? Lo nanya aja pak tarno kali aja tau” kata dea

“hah! Lo emang gabisa diajak serius ya! Sialan lo, keluar dari kamar gue sana”

“gue bakal keluar, tapi jangan lupa janji lo ya bagasi reot” kata dea lalu pergi meninggalkan kamar bagas.


*****************


Malam itu bagas mengawali tidur dengan doa yang biasa ia baca, ia berharap bisa memimpikan gadis anggun itu lagi. Ia tarik selimut tebal itu sampai dada.

Bagas tengah berada dikamarnya, namun ada yang aneh disana, seluruh isi kamarnya dipenuhi satu kata chelsesa , di badcover, dinding rumah, lukisan pemain bola favoritenya pun ada tulisan Chelsea , bagas amati kesegala arah.
           
“Chelsea , Chelsea , chel,,,” pada ucapan ketiga bagas berhenti karena dilihatnya gadis yang ia rindukan kedatangannya, gadis yang kini jarang muncul dialam bawah sadarnya.

“Chelsea ?” kata bagas, gadis itu mengangguk, penampilannya masih sama, ia berpakaian seolah puteri impian, dengan mahkota dan sepatu kaca.

Gadis itu membawa kertas kemudian melempar kertas itu sembarang, lalu perlahan gadis itu menghilang seperti pemrograman dikomputer saja ia menghilang secara perlahan.

“Chelsea! “ panggil bagas namun tetap saja gadis itu sudah tak terlihat

Bagas pungut kertas putih yang jatuh di lantainya, dibalik kertas itu bertuliskan sesuatu yaitu satu kata Lagio , bagas berpikir sejenak,

“Chelsea ? Lagio?” lirih bagas.

“Chelsea ! Chelsea ! “ teriak bagas tak rela kehilangan sosok gadis yang muncul tadi, dan seketika kertas bertuliskan lagio itu pun lenyap entah kemana.

Hingga terdengar begitu nyaring seseorang memanggil namanya.

Dengan perlahan bagas membuka matanya, betapa kagetnya dia saat mendapati kakaknya berdiri dengan gayung berwarna biru yang biasa berada dikamar mandinya, kemudian dengan tega dea memercikkan air ke wajah bagas.

“bangun bagas bangun! Selain rese lo juga ngebo ya! “ kata dea

“udah kak! Rese juga elo yang ngajarin” sungut bagas

“ngapain lo nyebut nyebut nama Chelsea? Lo bilang pacar lo bukan Chelsea? Lo kan jones!”

Hah? Bagas kaget dengan ucapan kakaknya, apa benar bagas mengigo sambil menyebut nama Chelsea? Seketika ia mengingat mimpinya, bahwa ia memimpikan gadis itu datang padanya lagi, ia amati ruang kamarnya, kembali normal.

“bengong lagi lo bagasi” cibir kakaknya

“mulai sekarang kak! Yang namanya Chelsea itu adalah pacar gue ok! Dan gue adalah cowok romantic dengan badcover nama cewek gue” kata bagas lalu buru buru pergi mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi.

“dasar bocah aneh, sebenernya dia punya pacar gak sih?” kata dea bingung sendiri

“tau ah, urusan dia!” kata dea lagi lalu pergi dari kamar bagas


***************


Pagi yang cerah, bagas melangkah ke kelas penuh kebahagiaan, sepanjang jalan ia bernyanyi lagu milik band radja yang berjudul Cinderella dengan asyiknya hingga ia tak sadar didepannya ada gadis yang tengah berbincang dengan temannya, posisi gadis itu memang menghalangi langkah bagas selanjutnya, karena saking asyiknya bernyanyi sampai sampai.

BRUG!

Suara tubrukan lengan bagas dengan gadis tadi, membuat bagas sadar dengan dunianya.

“sorry sorry “ ucap bagas sebelum memandang gadis yang ia tabrak

“bagas!” seru gadis itu, dia cindai teman sekelas bagas sekaligus saingan bagas untuk mendapatkan juara umum disekolah ini.

“duh, tau elo yang gue tabrak gue gabakalan minta maaf ndol” ucap bagas

“kurang ajar, mana bisa kayak gitu, kalo salah ya harus minta maaf!” jawab cindai, alisnya hampir saja menyatu karena kesalnya.

“itung itung buat ngebales dosa lo ke gue lah ndol”

“dosa apa? Yang ada tuh elo suka bikin perkara sama gue gas!”

“lo mau tau kesalahan lo apa? Banyak, buku catatan fisika aja kurang cukup buat nulis kesalahan lo sama gue”

“ setres lo ya? Ngaca dong, lo pikir lo anak baik baik gak punya dosa? Anak manis gak pernah usilin gue,? Hellaw!”

“udah ah, lu ngerusak mood gue! Liat aja ntar pas pelajaran fisika ! lo gue bantai!” kata bagas lalu pergi begitu saja.

“huu gak takut gue sama elo, bagas norak!” teriak cindai.



***********

Jam pertama dimulai yaitu pelajaran kesenian, pelajaran yang tak memberatkan dan selalu menyenangkan bagi siswa .

“estetika atau keindahan, siapa yang bisa mendevinisikan keindahan?” kata bu lisa dengan anggun, ia selalu terlihat fresh saat mengajar.

Bagas mengancungkan tangan

“indah itu, putih, tinggi, senyumnya manis, pakai gaun mewah, dengan mahkota dan sepatu kaca” ucap bagas, ia sedang membayangkan keindahan dari gadis yang semalam mampir dalam mimpinya.

Sorak sorai teman teman sekelas terdengar riuh mendengar jawaban bagas

“Cinderella kali gas”

“mana ada sepatu kaca? Ngayal mulu lo”

“bagas pagi pagi udah mendalami mimpi”

Cibiran itu yang keluar dari mulut beberapa temannya

“emangnya dia siapa gas? Puteri impian kamu?” tanya bu lisa, ia selalu ramah pada setiap muridnya.

“bukan gadis impian bu, tapi pacar saya!” ucap bagas mantap.

“ciyeeeee” sorak teman temannya kompak

“sudah sudah, ada lagi yang mau mendefiniskan estetika itu seperti apa?” tanya bu lisa

Debo mengacungkan tangan

“indah itu, bersih tampa satu kotoran apapu bu” ucap debo

Marsha juga mengangkat tangan

“keindahan itu adalah perilaku yang baik yang ditimbulkan manusia hingga membuat orang sekitarnya merasa nyaman” kata marsha

Cindai ikut mengancung tangan, bagas menunggu jawaban cindai

“keindahan itu tak bisa dinilai dengan angka, keindahan itu dirasakan oleh setiap orangatas apa yang dilihatnya, keindahan itu selera, keindahan sebenarnya tak bisa didefinisikan, contohnya seorang gadis, menurut ku marsha cantik, belum tentu menurut bagas sama, karena bagas beda level dengan saya, orang menilai itu indah karena sesuatu itu bisa masuk dan diterima di hati dan otaknya, itu menurut saya, terimakasih” jawab cindai membuahkan tepuk tangan dari seisi kelas.

“bagus cindai bijak sekali, bukan berarti pendapat yang lain salah, sama betulnya semua pendapat itu patut dihargai, bagas, debo, marsha kalian sudah baik mau menjawab dan aktif dalam kelas” ucap bu lisa

“sial! Kenapa gue malah memikirkan tentang sosok Chelsea, ya jelas kurang tepat kalau dibuat jawaban tadi, hah kalah lagi sama si chendol jalanan!” runtuk bagas dalam hati.

Saat pelajaran berakhir semua siswa mulai keluar meninggalkan kelas, mereka berhamburan keluar melepas kepenatan pikiran setelah dituntuk mengerti dan memahami materi pembelajaran, waktu istirahat selama menjadi wisata paling menarik untuk semua siswa.

Terlihat bagas dan debo tengah berada di dalam kelas, disana juga masih tinggal beberapa siswa, bagas memperhatikan gadis itu detail, dari jaman bagas kelas X sampai sekarang kelas XII bagas selalu satu kelas dengan gadis ini dan dia selalu jadi musuh bagas dalam hal pelajaran, dia gadis yang pintar rajin dan menarik. Namanya Lagio Cindai, asli manado yang pindah ke Jakarta karena tuntutan pekerjaan orang tuanya.

“ayo ngantin gas, gue udah laver nih” ajak debo dia sudah berjalan pelan menuju pintu,

Dikelas hanya ada debo bagas cindai dan marsha, bagas berjalan mendekati cindai, cindai tau itu dia memandang bagas seolah menantang. Cukup lama mereka bertatapan sampai debo dan marsha dibuat khawatir oleh kedua orang ini.

“kenapa lo? Biasa aja kali, gapernah liat cewek cerdas” kata cindai jutek

“cewek cerdas? Cewek caper kali! Cari perhatian sana sini!” balas bagas tak kalah juteknya

“hellow! Gue gak caper tuh, gue emang pinter, apa kurang bukti selama ini siapa yang selama ini mendapat juara umum? Siapa? Lo tau kan? Apa lo amnesia?” lawan cindai

“hasil caper!”

“hahah bilang aja lo sirik! Gue kasih tau ya, selama lima semester yang selalu juara umum itu gue! Lagio Cindai! Denger? Lagio Cindai” kata cindai dengan menekan kalimat kata yang menunjukkan namanya.

Bagas seperti teringat sesuatu, ia pandangi cindai lebih lama lagi. Saat itu pikirannya berkecamuk, apa katanya, Lagio Cindai.

“Lagio Cindai?” tanya bagas

“iyalah, dan gak akan berubah jadi bagas rahman atau siapaun itu!” jawab cindai

“lo… lo.. “

“iya gue, kenapa lo!”

Tampa aba aba lagi bagas langsung pergi meninggalkan cindai, bagas menarik lengan debo kasar, posisinya kini bagas menyeret debo seolah debo adalah tersangka tabrak lari dan bagas adalah sang algojo.

“woy gas, lo kira gue sapi kerap lo seret seret, lepas lepas tingkat keanehan lo udah mulai meninggi yah!” caci debo sambil memberontak.

Bagas tetap dengan posisinya, hingga sampai disebuah taman sekolah, disana sejuk dan pemandangan yang sangat hijau. Bagas menghempas pegangannya terhadap lengan debo sampai debo terpental.

“kurang ajar lo ya” kata debo langsung menjitak kepala bagas dengan kasarnya

“udah ah kayak anak kecil lo kebo!” cibir bagas

“elo yang kayak anak kecil, lo pikir dengan acara ngambek terus nyeret nyeret lengan gue lo kira itu kelakuannya orang dewasa? Cowok dewasa itu tampilannya selalu berwibawa, tenang, gak grasa grusu kayak elo!” kata debo berpetuah

“diem, gue mau curhat bow!” kata bagas suaranya mulai serius

“what? Jadi sekarang lo mau curhat? Tadi lo kayak anak kecil, sekarang malah jadi anak cewek! Curhat?”

“udah lo tinggal duduk siapin kuping, kalo gue udah nyuruh lo komentar ya lo komentar, dengan syarat komentar lo bermanfaat bagi masa depan gue” kata bagas

“busetdah, sebagai sahabat yang baik, gue pasti dengerin kok, bentar! Tentang gadis impian itu?”

“iya! Jadi …….. “ bagas menceritakan apa yang terjadi dalam mimpinya semalam, semuanya ia ceritakan secara detail kepada debo.

“hah? Kalo gitu namanya Lagio Chelsea? Atau Chelsea Lagio? Wah gila makin serius aja dunia khayal lo gas!”

“bukan lagi ngayal deb, ini adalah klu! Kalo calon jodoh gue itu namanya Chelsea lagio! Dan yang gue kagetin? Namanya sama kayak nama si chendol jalanan, Lagio Cindai”

“apa jangan jangan jodoh lo itu cindai?”

“eh jangan sekate kate lo ya! Cendol itu untuk diminum bukan dipacarin!” kata bagas

“setau gue lagio itu nama marganya cindai, apa gak lo nanya cindai aja? Siapa tahu dia masih ada keluarga sama cindai?” usul debo

“hah lo gila? Ngeliat mukanya aja gue males apalagi harus nanya nanya , males !”

“dari pada lo penasaran?”

“tau ah, semoga si Chelsea gak ada hubungan apa apa sama cendol, “


***************


Malam ini bagas tak lagi berkutat dengan buku pelajaran untuk besok, ia asik menatap layar laptopnya sesekali mengetik sesuatu. Ia sedang asik membuka sosial media facebook dan twitter sekaligus, ia meminjam modem milik kak dea.

Chelsea Lagio nama itu ia ketik pada kotak pencarian di facebook setelah beberapa detik muncul nama nama dengan nama depan Chelsea, dengan teliti dan sabar bagas menstalk satu persatu akun bernama Chelsea itu ia lihat foto profilnya saja, namun sampai tiga puluh akun bernama Chelsea tak juga ia dapati wajah yang serupa dengan gadis dalam mimpinya.

“apa benar Chelsea hanya imajinasiku saja ya?” keluh bagas karena ia merasa lelah mencari cari foto yang menyerupai akun Chelsea.

Ia klik kata hasil selanjutnya hingga muncul satu nama

“Agatha Chelsea L. ? wah jangan jangan, ini Agatha Chelsea Lagio? “ ucap bagas, dengan semangat ia melihat foto foto yang akun itu unggah, namun tak ada satupun foto dirinya yang ada hanya foto foto artis barat seperti Kristen stewart Selena Gomes dan lain lain. Bagas semakin penasaran dengan pemilik akun itu. Bagas mengirim permintaan pertemanan dan kebetulan langsung diconfirmasi karena pemilik akun itu tengah online.

Tampa basa basi bagas langsung mengirim chat pada akun itu

“malam, boleh kenalan ?” dari bagas

“malam juga, boleh” balas akun itu

“aku bagas, kamu siapa ?”

“aku Chelsea, “

“Chelsea Lagio ya?”

“Agatha Chelsea L”

“kamu kelas berapa?”

“aku masih sekolah”

“kamu tinggal dimana? “

“jalan pahlawan no 31”

“kamu kok gak nampilih foto pribadi sih chels?”

“kata mama gak boleh majang foto”

“owh, gitu yah , nama sekolah kamu apa?”

“maaf, kata mama aku harus bobo, aku off”


“yah kok off, padahal gue masih pengen nanya nanya lebih lanjut” ucap bagas

“gapapa deh, yang penting udah ada satu nama Chelsea lagio, gue harus deketin dia, terus gue ajak ketemuan, haahh gue bakalan ketemu sama puteri impian gue!” kata bagas kegirangan

“Chelsea !! ai lov yu ful “ teriak bagas didalam kamarnya

“woy balikin modem gue! “ teriak kak dea dari kamarnya, kamar bagas dan kakaknya memang berdempetan jadi sangat jelas sekali terdengar jika bagas mulai berisik

“iya iya, nih gue balikin sekarang!” balas bagas

“pelit banget jadi kakak! “ cibir bagas dengan suara pelan, kemudian ia kembalikan modem yang ia pinjam dari kakaknya.


****************

Bagas semakin akrab dengan Agatha Chelsea L. itu setiap hari mereka selalu chattingan, bagas tak memperdulikan omelan kak dea karena pulsa modemnya habis gara gara dipakai bagas. Hingga suatu hari bagas mengaja Chelsea ketemuan, Chelsea mau. Dengan perasaan bahagia bagas mengajak debo menemani dia bertemu Chelsea, bagas sangat berharap Chelsea ini adalah puteri impiannya sama dengan yang ada dalam mimpi.

“lo yakin mau ketemuan sama Chelsea itu gas? Ditaman bermain kayak gini? Mana kita pake seragam lagi, gak gaul banget sih lo” cibir debo , mereka sudah berada di tempat perjanjian bagas Chelsea .

“si Chelsea kelas berapa gas? “ tanya debo

“dia gak bilang dia kelas berapa, tapi dia masih sekolah katanya” jawab bagas

“itu mah abstrak, janjiannya jam berapa?”

“jam setengah empat, udah kurang lima menit lagi nih! Lo ngumpet sana!” usir bagas sambil mendorong paksa tubuh debo

“emang suka lupa diri lo ya!” kata debo lalu pergi bersembunyi dibalik semak semak dekat kursi pink yang ditempati bagas.

Lima menit kemudian belum ada tanda tanda kedatangan Chelsea, bagas semakin gelisah dan deg dekan ini adalah kali pertamanya ketemuan dengan cewek, pengalaman pertama broh!

Beberapa menit kemudian

“maaf menunggu lama kak bagas, aku masih les balet tadi” ucap seorang gadis kecil berseragam merah putih lengkap dengan topi merah putih yang ia kenakan,

Bagas terbelalak kaget, matanya hampir saja bergeser dari tempatnya, bagas mengucek ngucek matanya lalu menanmpar pelan pipinya

“kenapa kak?” tanya gadis kecil itu

“kamu? Kamu Chelsea dek?” tanya bagas bingung

“iya kak, aku Agatha Chelsea Larissa yang sering chattingan sama kakak!” ucapnya lugu

Bagas mengambil nafas berat, dilihatnya debo disana sudah terpingkal pingkal menertawakan bagas, rupanya pemilik akun bernama Chelsea itu adalah seorang anak kecil, wajahnya pun tak sama dengan Chelsea dalam mimpi bagas, Chelsea yang ini berkulit kecoklatan khas Indonesia, sedangkan Chelsea dalam mimpinya berwajah bule khas belanda,

“gak mungkin!” kata bagas

“kak! Katanya mau neraktir Chelsea eskrim yang banyak? Ayo dong kak! Kakak jangan bohong ya” rengek Chelsea menagih janji bagas.

Bagas nyengir kuda

“iya , iya ayok dek kita ke tukang eskrim” ajak bagas menuju penjual eskrim keliling

Chelsea kecil ini mengambil banyak eskrim sampai membuat bagas shock kedua kalinya,

“udah dek Chelsea jangan banyak banyak, entar kamu pingsan gara gara banyak makan eskrim loh!” ucap bagas menakut nakuti Chelsea

“gak mungkin kak, Chelsea udah biasa makan eskrim banyak,” kata Chelsea

“berapa pak?” tanya bagas miris

“tiga ratus ribu dek” ucap bapak penjual eskrim

Dengan berat hati bagas mengeluarkan tiga lembar uang bernominal seratu ribu,

“hiks, uang jajan gue seminggu nih” kata bagas

“makasih yaa kak, sekarang Chelsea pulang dulu, udah ditunggu mamah dimobil, dadah” kata Chelsea lalu pergi begitu saja.

Sial! Bagas menyesali nasibnya yang seperti ini, ia lihat isi dompetnya, kosong, miris sekali.

“gue abis dirampok anak kecil man!” kata bagas kepada debo

Debo masih menertawakan bagas,” lo habis berapa ribu men?” tanya debo

“tau ahh, tuh anak kecil udah main malak malak aja ya, gak bener nih kalo kayak gini, gimana bisa maju Negara kita kalo anak kecilnya saja seperti itu, terlalu !” ucap bagas lalu meninggalkan debo yang masih asik mentertawakan bagas.


*****************


Hari hari bagas semakin suram ia tak tau lagi harus menacari Chelsea lagio dimana? Bagas sempat patah semangat karena ia tak lagi memimpikan Chelsea , usahanya mencari Chelsea selalu gagal total, apa memang tak ada gadis seperti Chelsea itu? Apa kata kata debo itu benar bahwa Chelsea hanya ada dalam dunia mimpinya? Apa benar dia hanya seorang penghayal yang tak mau menerima kenyataan yang sebenarnya?

Seperti hari hari biasanya, bagas tetaplah siswa yang rajin siswa yang aktif dan terkadang suka emosi jika yang terjadi tak sesuai dengan harapannya. Hari ini pelajaran Kimia dengan pengajar bu novita.

“ibu akan membacakan nilai ulangan harian kalian minggu lalu, Lagio Cindai 100 nilai yang sempurna cindai, jangan sampai diulangan berikutnya kamu menurun ya. “ ucap bu novita semua siswa terpesona mendengar berapa nilai ulangan cindai, nilai yang sempurna berarti cindai bisa menjawab semua soal dengan benar, luar biasa

Cindai memandang kebelakang, ia melihat bagas saat tatapan mereka bertemu, cindai memeletkan lidahnya memansang wajah konyol kepada bagas. Bagas membalas dengan memasang wajah konyol pula dengan membulatkan matanya dan menjulurkan lidah pula kearah cindai, seperti anak kecil saja mereka.

“lo liat aja cendol gue juga pasti dapat seratus, gue udah mempersiapkan banget ulangan kimia ini” kata bagas dalam hati, ia tak sabar menunggu bu novita membacakan nilainya.

“bagas rahman 95 , bagas hanya salah satu soal saja, no 9 seharusnya kamu tidak menggunakan rumuss itu bagas, coba lebih teliti dulu apa saja yang diketahui lalu tentukan rumus apa kira kira yang cocok” ucap bu novita

Bagas tak percaya, dia kesal lagi lagi dia kalah saing dari cindai,

“masa salah sih bu? Saya rasa it udah rumus yang benar, sesuai dengan apa yang saya hapalin minggu lalu sebelum ulangan” protes bagas

“bagas, memang ada dua rumus yang hampir sama, tapi ada satu komponen yang tak sama, seharusnya kamu lebih jeli lagi, “ jawab bu novita

“coba ibu jelaskan dimana letak kesalahan jawaban saya bu” kata bagas lagi

Diprotes begini tidak membuat bu novita marah atau jengkel tapi ia senang ada muridnya yang mau mengevaluasi tidak hanya berdiam diri.

“its ok bagas,” kata bu novita lalu memabacakan soal kemudia ia mengerjakan soal itu dipapan tulis sehingga jelas sudah bagi bagas dimana letak kesalahannya, dan dia menerima itu walau rasa kesal itu masih ada karena nilainya lebih rendah dari cindai.

“bagaimana bagas?” tanya bu novita

Bagas mengangguk lemah “jelas bu” jawab bagas , kemudian mendapat sorakan dari teman temannya. Namun bagas tak ambil pusing.

“makanya jangan sok soan lo gas, lo pikir lo manusia sempurna yang gak punya lupa dan salah? “ kata cindai mulai mengompori bagas

“gausah sombong lo, palingan itu hasil nyontek bu!” kata bagas

“enak aja! Gue gak pernah nyontek ya, emang elo , lo pikir gue gak tau kalo lo bawa catetan kecil buat nyatetin rumus rumus hah” semakin panas

“heh cendol, lo jangan sok tau ya, mana buktinya, udah caper, tukang fitnah lagi”

“siapa yang fitnah, emang benerkan!”

“heh ndol, jangan maling teriak maling ya!” kedua nya semakin sengit, apa mereka lupa bahwa didepan ada bu novita !

“BAGAS! CINDAI ! DIAM ! “ teriak bu novita wajahnya kini memerah

“dia duluan bu ngomporin, udah gitu fitnah saya” kata bagas

“elo duluan sok soan lo”

“STOP  !! KALIAN BERDUA SILAHKAN KELUAR!” teriak bu novita

“dia aja buk, dia yang bikin onar “ kata cindai

“bagas, cindai silahkan keluar kelas , dalam hitungan ketiga, atau kalau tidak? Hasil ulangan kalian ibu anggap nol!” kata bu novita mulai melunak

Dengan terpaksa bagas dan cinda keluar kelas bersama sama, karena tak mau nilainya dianggap nol!


****************



Diluar kelas bagas dan cindai semakin sengit berdebat , mereka duduk dibangku panjang yang menghadap lapangan basket.


“ini semua gara gara lo ndol! Coba mulut lo gak sekate kate pasti gue bisa ikut pelajaran kimia!” kata bagas menyalahkan cindai

“ya salah lo lah! Suruh siapa lo ngotot gaka mau disalahin, bikin enek aja tau gak sih, kalo gue jadi bu novi udah gue sobek kertas ulangan lo dan gue anggap gugur karena lo telah meragukan penilaian bu novita! “ jawab cindai dengan argumennya

“halah, bukannya lo sendiri yang bilang kalo manusia itu gak ada yang sempurna, bu novita kan juga manusia jadi wajar aja dong kalo gue koreksi!”

“tapi lo tuh gak sopan, “

“kata siapa? Gue aja ngomong pake kata saya bukan lo gue, lo gue end” kata bagas

“hih anak lebay juga lo yah”
           
“emang susah ngomong sama anak yang sok kritis!”

Keduanya diam, melanjutkan pikiran masing masing mungkin saja mereka telah lelah berdebat karena mereka sadar tidak akan ada yang mau mengalah, apalagi cindai bagas rasa itu sangat mustahil jika cindai mau mengalah.

Hening

Bagas teringat sesuatu


“Lagio Cindai, Chelsea Lagio” ucap bagas dalam hati, kini otaknya diliputi rasa ingin tahu, ingin sekali ia bertanya pada cindai, tapi sangat gengsi, bisa bisa cindai mentertawainya jika memang benar sosok Chelsea itu tak ada. Bagas memandang cindai dalam ia perhatikan betul wajah cinda dari samping.

“lama lama si cendol manis juga ya, kayak es cendol kang sule manis” batin bagas, kalimat itu terlontar begitu saja dihatinya

Sadar diperhatikan cindai mulai merasa risih.

“ngapain lo mandang gue sebegitunya? Jangan bilang lo naksir gue gas? Duh bisa kebalik entar monas dijakarta” ucap cindai lagaknya seperti orang panik

“kurang ajar lo, siapa juga yang naksir , gue Cuma mau nanya…… “ ucap bagas menggantung ucapannya karena ia masih ragu mengatakan itu pada cindai

“apa?” tanya cindai

“gue mau…. “

“apa ? lo mau nanya gimana caranya gue dapat nilai seratus? Ya belajar lah, katanya lo pinter, ginian aja lo nanyain ke gue? Ckck”

“bukan begok!, gue Cuma mau nanya kok lo bisa sih jadi cewek caper sama semua guru! Lo tuh gak pinter yang pinter mah gue, “ ucap bagas kemudian

“what! Lo kurang ajar sih jadi anak, lo pikir……. “

Belom selesai cindai berucap bagas sudah pergi begitu saja dengan menutup kedua telinganya. Cindai dibuat jengkel akan sikap bagas yang meninggalkannya begitu saja.




***************


Malam ini bagas kembali uring uringan, rasa penasarannya pada puteri dalam mimpinya itu semakin berkurang, sudah lebih dari tiga bulan bagas mencarinya namun tak kunjung bertemu , ditambah lagi puteri itu tak pernah muncul dalam mimpinya lagi.

“chels kalo misalnya kita ketemu, aku bakal ceritaan semua ke kamu, kamu yang selalu datang dalam mimpi indahku, aku bahkan sangat mengenali wajahmu walau kita tak pernah bertemu, kamu pacar impian aku chels, aku harap kita benar benar bisa bersatu seperti kisah Cinderella yang aku tonton semasa kecil dulu. Aku bakal nyatain perasaan aku ke kamu, aku yakin kamu pasti juga suka sama aku, kalo kamu gak suka aku, ngapain kamu dateng menjadi mimpi indahku? kita akan bahagia Chelsea !” ucap bagas, ia kembali meyakinkan dirinya akan keberadaan sosok Chelsea.

Bagas kembali membuka akun facebooknya ia berencana mencari akun bernama Chelsea dan mengajaknya bertemu, ia tak takut salah orang, karena baginya salah itu biasa. Sebelum memulai pencarian, bagas meng-update status terbaru dahulu.

“ CHELSEA <3 “  

Satu kata itu yang bagas tulis dikolong status kemudian ia klik share. Beberapa detik kemudian status bagas sudah muncul diberanda, ia lihat beberapa status dari teman temannya hingga ia temukan status seseorang yang membuat matanya terbelalak, jantungnya bekerja dari garis normal, perlaha ia baca status itu.

“ Lagio Chindai
Mengenang satu tahun kepergian adikku tersayang Chelsea Lagio “

Status it membuat tamparan keras untuk bagas, ia sampai membaca berulang ulang status dari cindai teman sekelasnya itu. Jarinya bergetar hebat, pikiran bagas kini campur aduk,

“adik ? Chelsea Lagio? Sama seperti ? arrrggghhh !”ucap bagas

 bagas segera melihat akun cindai lebih jauh, tujuan utamanya adalah melihat lihat foto foto yang diupload cindai. Dan betapa kagetnya dia saat menemui satu foto, dimana foto itu menampakkan seorang gadis cantik dengan gaun ala Cinderella dengan sepatu kaca dan mahkota cantik atas kepalanya. Mirip sekali dengan gadis dalam mimpinya, benar dia Chelsea yang selama ini dicari bagas, dia Chelsea pacar khayalan bagas, dia Chelsea yang mengisi mimpi indah bagas, dia Chelsea yang membuat hari hari bagas lebih berwarna. Dia Chelsea, Chelsea Lagio.
Pada foto itu terdapat keterangan “HBD CHELSEA 15 THN”

Bagas save foto Chelsea itu, karena foto itu benar benar mirip dengan Chelsea dalam mimpinya.

“apa benar dia adik cindai? “ bagas terus menelusuri foto foto yang ada dalam facebook cindai. Banyak ia temukan foto foto cindai bersama sosok Chelsea.






Bagas semakin terpukul dengan kenyataan yang ada, ia tak bisa menerima bahwa puteri yang selama ini ia mimpikan sudah tiada, puteri yang selama ini menemani mimpinya sudah tiada, puteri yang ia idam idamkan sudah tiada, puteri itu Chelsea adik dari saingannya disekolah. Ia bahkan tak tau bagaimana ia harus menyapa cindai besok. Tapi inilah kenyataannya, ia harus pertanyakan semuanya pada cindai besok, ya besok!

Bagas tak bisa memejamkan matanya, sungguh tak bisa ia alihkan pandangannya dari foto Chelsea. Ia belum bertemu dengan sosok Chelsea secara nyata ternyata sosok itu sudah tiada. Bagas harus menerima kenyataan pahit ini.

Malam semakin larut , perlahan lahan bagas tertidur juga, ia tertidur pulas sampai lupa mematikan laptopnya, sampai laptop itu mati karena lowbath.

Ditempat yang sama , disebuah taman hijau nan indah, bagas terduduk dibangku berwarna putih, ia tahu ini adalah tempat ia akan bertemu dengan Chelsea, bagas memperhatikan sekelilingnya, namun tak ada Chelsea, ia tunggu Chelsea, bagas yakin jika dirinya sudah berada ditempat ini dia pasti bertemu Chelsea.

“kak bagas” ucap seseorang,

Bagas menoleh kebelakang, benar itu suara Chelsea, akhirnya Chelsea bersuara, penampilan Chelsea kini berbeda tak memakai gaun seperti biasanya, ia memakai dress serba putih dengan sayap putih dipunggungnya, ia juga tak memakai mahkota, diatas kepalanya ada lingkaran putih tak berpenyangga layaknya malaikat malaikat dalam film. Tapi kali ini Chelsea tak sendirian, ia lihat disamping Chelsea ada, chindai .

“cindai?” tanya bagas pelan.

Chelsea tersenyum manis kearah bagas , Chelsea membawa satu kertas lagi dan ia melemparnya sembarang, kemudian Chelsea perlahan lahan menghilang seperti mimpi yang terdahulu saat Chelsea memperkenalkan namanya sebagai Chelsea Lagio.

“Chelsea ! Chelsea ! jangan pergi chels! Aku masih ingin bersama kamu chels” teriak bagas , ia pungut kertas itu bertuliskan nama yang sama yaitu Lagio,
           
bagas menatap cindai, ia mengenakan apa yang dikenakan Chelsea dalam mimpinya, mahkota cantik, sepatu kaca dam gaun ala Cinderella dalam mimpinya. Cindai benar benar beda tak seperti cindai yang ada dalam kelas bagas, cindai seperti puteri dalam dongeng, ia menggantikan posisi Chelsea,

“tapi Chelsea ? CHELSEA !” teriak bagas menyebut nama Chelsea

Dan byurrrr ! seketika ia rasa ada air mengguyur wajahnya

Bagas terbangun dari tidurnya , ia lihat kakaknya tengah menyeringai dengan gayung yang ada ditangannya, ia rasa kepalanya basah, pasti kak dea sudah mengguyurnya lagi,

“apa apaan sih lo denot, bisa gak sih lo gak usah nyiram gue? Bangun dengan manusiawi bisa kali “’ ucap bagas kesal

“heh tiap lo mimpi yang namanya Chelsea, lo pasti terlambat bangun, emang Chelsea itu kayak apa sih? Gue udah pukulin lengan lo, gue udah teriak teriak tapi lo gak juga bangun!” kata  dea

“yang pasti Chelsea itu cantik, manis, anggun, gak kayak elo resek galak jutek, pelit !” ucap bagas lalu buru buru pergi ke kamar mandi takut kak dea menyerangnya.


****************


Sesampainya disekolah bagas buru buru mencari cindai, banyak hal yang ingin bagas sampaikan pada cindai, bagas mencari cindai di kelas namun tak ia temukan juga.

“deb liat si cindai gak?” tanya bagas

“hah? Sejak kapan lo nyariin cindai sebegini antusiasnya? Lo mau ngpain sama cindai?” tanya debo

“sini deh, ternyata ……………………. “ bagas menceritakan seluruh kenyataan itu pada debo mimpi yang semalam pun ia utarakan pada debo, membuat debo takjud apalagi saat melihat foto Chelsea yang mengenakan gaun ala Cinderella debo benar benar terpesona,

“gilaaa cantik banget ya bro, tapi sayang udah gak ada” ucap debo

“yaudah makanya ayok gue nyari cindai”

“buat apa? Lo mau certain semuanya pada cindai?”

“iyalah!”

“cindai ada dimana? “ tanya bagas

“di aula tadi gue lihat”

Kedua nya pun langsung menuju ke aula, bagas sudah tidak sabar ingin bertemu dengan cindai. Saat hendak memasuki aula hampir saja bagas menubruk seseorang tapi beruntung ia bisa mengerem langkah kakinya.

Dan betapa kagetnya dia saat melihat makhluk didepannya, seorang gadis memakai gaun yang sama dengan gaun yang dipakai gadis dalam mimpinya. Dengan sepatu kaca mahkota cantik dan gaun ala Cinderella, bagas dan debo memperhatikan itu secara seksama, dia chindai teman sekelas mereka.

“cindai, ini elo? “ kata bagas takjub, cindai mengenakan gaun yang sama dengan gaun yang bagas temui di mimpinya, yaps ini cindai dalam mimpinya, cindai yang anggun yang manis dan cantik bukan cindai yang galak dan rese dalam kelas.

“iya gas, kenapa?” ucap cindai

“ndai, lo gila cans banget” ucap debo

“mirip di mimpi gue” lirih bagas, namun terdengar jelas ditelinga cindai

“lo mimpiin gue? “ kata cindai membuat bagas gelagapan sendiri

“ia jadi.. sebenernya…. Kamu. Eh .. elo… “ bagas terbata bata saat bicara ia rasa gugup berhadapan dengan cindai.

“cindai, ayo mulai !” panggil seseorang dari dalam aula. Gedung aula dipenuhi oleh murid murid

“eh duluan yah!” ucap cindai lalu masuk ke aula

“dia aula ada apaan deb?” tanya bagas yang keheranan

“di aula lagi ada pertunjukan theater , dan gue gak nyangka cindai yang berperan sebagai putrid kerajaan itu” ucap debo

“nonton yuk deb” bagas dan debo mulai berdesak desakan dengan penonton hingga ia sampai dibarisan paling depan.


Akhirnya kehidupan bagas tak lagi penuh dengan khayalan , karena gadis impiannya sudah ia temukan, gadis yang mengisi hari harinya bukan hanya mengisi alam mimpinya, gadis itu cindai kakak dari Chelsea, bagas tak lagi bersaing dengan cindai, bahkan mereka selalku akur sampai hari kelulusan mereka tiba. Keduanya tak dapat dipisahkan bagas dan cindai selalu bersama dan happily ever after.




TAMAT !!

Huah! Gimana perasaannya setelah membaca cerpen ini? Ada bagian favorite gak? Terus alurnya gimana ? bagus atau berantakan atau gimana? Typo masih bertebaran gak sih? Maapin yak kan gue penulis bukan ahli ketik :3 *plak* ,,

Ditunggu komentar yang cerdas ya:* kan BDS pintar pintar, komen alur dan pendapat ceritanya ya,, jangan komen “next” karena ini udah end , jangan komen “keren” karena semua tulisan itu keren(?) okee ngertikan? Ditunggu yaa readers :* ,, bikin penulis senang dengan komen kalian, bukan hanya pujian, tapi komen kritik dan saran juga sangat dibutuhkan :* muach, thakns udah baca ,,

Follow tweet @YuyunShovia
Ask about everything di ask.fm @yuvinaz (tetep promo)  hehehhh :*

Komentar