Cuplikan cerbung (2015 TRUE FRIEND) part 2 BagasChindai RioDebo IfyDea

Hai kalian yang udah nungguin kelanjutan cerpen ini publish =D bukannya mau berlama lama tapi bener dah gue sibuk banget masaaa :V *soksibukdeh* hahaa yaudahlah maapin author *kedipcantik* ini buat kalian cuplikan cerpen gaje gue yang part 2 :D ,, untuk lengkapnya tunggu aja yaaa :* sabaaar orang sabar banyak ayamnya(?) ckckck


.
.
.
.

2015 (TRUE RIEND)




Raify membimbing mereka masuk ke dalam rumah megah itu, Raify membimbing mereka menuju kamar Dea yang letaknya dilantai dua, karpet merah yang menempeli anak tangga itu seakan menyambut mereka hangat. Lampu Kristal yang menggantung apik ditengah tengah atap menambah meriahnya rumah ini.
 Sesampainya didepan pintu kamar Dea, Ify langsung saja membuka pintu yang ia tahu bahwa pintu itu takkan dikunci. Benar saja pintu itu terbuka terlihat disana seorang gadis tengah tertidur tertutup selimut tebal.
“Fy, ketok dulu kali, main masuk aja lo” tegur Mario pada Ify baginya tidak sopan jika masuk ke kamar orang tampa salam atau mengetuk pintu terlebih dahulu, juga untuk mengantisipasi hal hal yang tidak mengenakkan, karena bisa saja orang yang didalam kamar tengah ganti baju atau hal hal yang rahasia.
“gak papa kalo dirumah Dea yo, “ kata Ify
“iya kamu Fy, kalo kita gimana? Kan gak asik entar” ucap Bagas menyetujui ucapan Mario
Mereka semua masuk kamar Dea, lagi lagi mereka takjub dengan dekorasi kamar Dea, kamar yang luas dan bernuansa pink dalam kamar itu terdapat foto berukuran besar bergambarkan dirinya bersama badut badut dalam tokoh film kartun favoritenya Spongebob Squerpants, Dora The Exsplorer, The Wild Thornberry disana hanya ada tokoh Elisa, dan The Fairy Old Parrent ada tokoh Wanda dan Cosmo disana, tampak Dea kecil yang bahagia berada ditengah tokoh kartun favoritenya itu foto ini diambil langsung di Rusia ketika Dead an sekeluarga berlibur disana, disamping gambar itu ada pula gambar yang berukuran sama besar disana terlihat Dea bersama tokoh princess yang bisa membekukan semua benda yang ia pegang, Princess Elsa dalam Film frozen hanya saja yang ini bukan badut tapi model dari kartun tersebut, sangat mirip. Foto itu diambil ketika Dead an Ayahnya berlibur ke Disney land Hongkong tahun lalu saat liburan semester.
Bahagia rasanya menjadi seorang Dea Amanda apapun yang ia butuhkan selalu terpenuhi.
“hai De, liat nih gue bawa siapa aja” kata Raify sembari mendekat ke kasur Dea
Dea tampak sumbringah melihat kedatangan kawan kawannya ia langsung bangkit dan dalam posisi duduk, karena tak menyangkan Raify akan membawa teman temannya kerumah,
“teman teman, aku seneng banget kalian jenguk aku” kata Dea senyumnya tak henti mengembang, sungguh bahagia ia rasa.
“dey, haus nih” kata Raify, yang mendapat pelototan dari teman temannya
“gausah sok jaim deh, gue tau kalian haus kan” kata Raify lalu keluar kamar, bermaksud mencari mbak Salimah pembantu dirumah Dea.
“Fy, mau kemana? Ikut dong” kata Debo lalu mengikuti Raify keluar kamar.
“huu bilang aja mau modusin Raify lo deb!” seru Bagas, rupanya Bagas mengerti gerak gerik sahabatnya itu.

***

Kedua remaja ini berjalan menuju dapur. Debo tak henti henti memuji arsitektur rumah ini baginya ini perfect.
“ngapain sih deb ngikut ngikut, udah ah sana, jangan bilang lo mau caper, mau modusin gue, sorry ya deb gue bilang duluan kalo gue udah ada hati sama orang lain!” ucap Raify, ia termakan ucapan Bagas tadi dan ia kurang menyukai itu, ia hanya anggap Debo sebagai teman sekelas, tak lebih.
Debo sedikit tertegun dengan ucapan Raify barusan, ia rasa ada yang bergejolak dihatinya hingga menghentikan langkahnya. Ia pandangi sosok Raify yang masih berjalan santai didepannya. Dalam benaknya, Debo bertanya tanya siapakah gerangan orang itu? Apa yang membuat Raify mengaguminya? Debo segera sadar dari lamunannya ia tak mau Raify jauh dari dirinya. Segera ia menyamakan langkahnya dengan Raify.
“dih ke-G-R-an lo Fy, gue ikut lo karena gue pengen liat seluk beluk rumah Dea lebih luas, gue takjub banget sama arsitekturnya” kata Debo ia hanya ingin menutupi semuanya dan mengembalikan sikap Raify yang manis itu.
Feeling gue bilang gitu sih Deb, “
“kalo bener lo mau apa?” tanya Debo, kali ini membuat Raify yang menghentikan langkanhnya
Kemudian menatap Debo tak percaya, kedua alisnya seakan menyatu. Ia berpikir keras akan menjawab apa? Semua terasa serius.
“halah, ngapain lo serius? Gue aja bercanda, udah ah cemen lo, dimana nih dapurnya, jauh amat gak sedia lift apa?” kata Debo lalu berjalan duluan dengan senyum misteriusnya. Raify menggerutu kesal.

***

Cindai memberanikan diri mendekati Dea, dia sudah memikirkan apa saja yang akan ia ucapkan pada Dea, rasa bersalahnya, permintaan maaf semua sudah dirangcang sebelumnya.
“Cindai, lo ikut juga yah, thanks ya Ndai” sapa Dea ramah, membuat Cindai berpikir keras karena ini berbeda dengan apa yang ia bayangkan tadi, bahwa Dea akan marah dan menyalahkan dirinya, ternyata sikap Dea sama dengan teman teman yang lain, Cindai sempat berpikir bahwa orang orang yang ada disekitarnya adalah orang orang yang benar benar tulus.
“Dea, lo gak marah sama gue?” tanya Cindai duduk disamping Dea
“kenap harus?” tanya Dea
“gausah mulai deh Ndai” ucap Bagas mengingatkan apa yang sudah mereka bahas disekolah tentang siapa yang salah dalam kejadian minggu lalu.
“gak Dey, Cindai tuh emang suka ngerasa bersalah orangnya padahal kita udah bilang kalo bukan dia yang salah, kamu gak nyalahin Cindai kan Dey” kata Bagas mewakili Cindai
“hahaha… kamu kenapa sih Ndai? Kemarin kan petualangan kita, ya kan Vin” jawab Dea, seketika sadar bahwa ia hanya menyebut nama Alvin saja “maksud gue, petualangan kita  ya kan Vin, Gas, Yo” ulangi Dea.
“cielah Dea” seru Bagas dengan cengiran khasnya
“apasih bagas jelek lo ya “ balas Dea, wajahnya memanas, ia menunduk
“Dea, tangan lo gimana? Udah sembuh kan?” tanya Mario, ia melihat keadaan tangan Dea yang masih diperban, ia mencoba menyentunya dengan hati hati, sangat hati hati.
“udah kok Yo, besok udah dibuka kok Cuma gak bisa nyetir sama nulis banyak banyak” jawab Dea
“tenang aja Dey, nanti gue catetin buat elo ya, kalo perlu gue jemput lo tiap hari ” kata Mario menyanggupi
“kamu sama Dea kan gak sekelas Yo” kata Bagas mengingatkan
“catatan lo aja banyak yang kosong Yo!” tambah Alvin yang paling tau tentang Mario
 “usaha sih usaha Yo, tapi yang sekira lo mampu aja ngerjainnya” ledek Bagas, seakan akan ia sangat mengerti apa yang dimaksud sahabatnya. Alvin dan Bagas seolah menyempitkan ruang modus Mario.
“sialan lo” kata Mario lalu melempari Bagas dengan bantal berbentuk hati.
Alvin Cindai dan Bagas hanya tertawa melihat tingkah Mario yang mati gaya didepan orang yang ia sukai. Bagi Mario rasanya seperti hanya memakai pakaian dalam ke sekolah, MALU!

“gue aja ndai yang nulisin buat kamu, semua catatan selama seminggu dan kedepannya gue salinin dari catatan gue entar yah” ucap Cindai tulus
“Cindai, Mario, makasih banyak ya, tapi selama gue bisa gue bakalan kerjain sendiri, kalian gak usah repot repot”
“emang enak “ kata Alvin dan Bagas bersamaan dan memasang tampang konyol pada Mario
“eh Vin , mau liat foto foto waktu itu gak?” tanya Dea , lagi lagi ia merasa bodoh mengapa hanya Alvin yang ia sebut “eng? Gas, Yo, Ndai gue kan punya foto foto waktu kita ngelawan preman”  kata Dea lagi,
Ada hati yang layu mendengar kalimat pertama Dea, lelaki itu hanya bisa mendengus berat.
“mana Dey, coba liat” kata Mario antusias, segera Dea membuka handphonenya dan memperlihatkan pada Mario hasil potretannya, disana lengkap ada adegan Alvin memukul si preman, Bagas yang terkena senggolan preman lalu jatuh ketanah dan Cindai yang tengah berduel dengan satu preman. Itu membuat mereka tertawa dengan mengingat kejadian itu.
“sekarang aja lo ketawa gas, kemaren lo ketakutan setengah mampus” ucap Cindai meledek Bagas
“Dev, Eh maksud ku Cindai… emangnya siapa yang dateng bantuin kamu duel sama preman itu? Bagas kan?” ucap Bagas tak mau kalah
“iya iya, bagas yang imut lucu anak mami kan?” kata Cindai lalu tertawa puas melihat perubahan pada wajah Bagas.
“Cindai….!” Seru Bagas kesal lalu melipat tangannya didada
“bercanda kok gas, Gue akuin kok disitu Bagas keren banget, sumpah”
Bagas tersenyum mendengarnya
“Cindai, lo bisa bela diri ya? “ tanya Alvin
“enggak Vin dikit doang” jawab Cindai
“gue gak nyangka aja, seorang cewek berani banget ngelawan preman preman itu, lo hebat banget Ndai” kata Alvin menyampaikan ke kagumannya pada Cindai
“Thanks Vin, tapi yang paling jago tuh Bagas, walopun kemayu gitu dia bisa juga loh maju ke medan perang” Jawab Cindai
“Cindai masih aja bilang Bagas kemayu? Kesel dah sama Cindai” Bagas kembali uring uringan
“kok bisa sih Gas? Atas dasar apa seorang Bagas bisa ngelawan preman?”
“atas dasar gak bisa move on” kata Bagas spontan keluar dari mulutnya tampa ia pikir panjang semua keluar begitu saja
“maksudnya?” Kejar Cindai
“eh, gak bisa move on dari tongsisnya Dea, kan waktu itu aku nyerang pake tongsis, ya kan Dey?” ucap Bagas
“emangnya kalian pernah pacaran?” tanya Dea penuh curiga
“enggak, apa sih Deya, yang boleh peka sama keadaan tuh Cuma Bagas, Dea gak usah sok tau ya” kata Bagas, lirikannya begitu sengit.
“Cindai, luka lo sembuh? “ tanya Alvin lagi
“gue Cuma dikit kok vin lukanya, udah kering juga” jawab Cindai seadanya
“yang parah disini Vin, Cindai hanya lecet lecet saja, bahkan dia tak menanyakan keadaan gue”
Batin Dea lalu menghembuskan nafas berat, ia memandang Alvin sayu.


*** 

S
T
O
P

gimana? udah punya gambaran endingnya bakalan kayak apa belom? =D kalo bisa nebak kalian hebat(?) ckckck ,, 
follow my account Line Twitter Ig : @YuyunShovia ,, ask,fm @yuvinaz =D 

Komentar

  1. Mario suka sama Dea, tapi Dea suka sama Alvin :v Tapi Kayaknya Alvin care bgt sama Ndai yaa :v Dan Dea pun panassss :v haha tapi endingnya tetep BaDai yg bersatu wkwk Ify sama Debo mungkin, atau sama Rio kali :v wkwk dan Dea sama Alvin aja haha tau deh ini keren banget bahkan kelewat keren (?) :v Emang deh yg begini nih namanya "True Friend" ;) Gak datang waktu kesusahan doang, saling tolong menolong, gak saling menyalahkan dsb!! Hm pokoknya very very very good buat cerbung ini :v Cepet next yaa kak haha

    BalasHapus
  2. Mario suka sama Dea, tapi Dea suka sama Alvin :v Tapi Kayaknya Alvin care bgt sama Ndai yaa :v Dan Dea pun panassss :v haha tapi endingnya tetep BaDai yg bersatu wkwk Ify sama Debo mungkin, atau sama Rio kali :v wkwk dan Dea sama Alvin aja haha tau deh ini keren banget bahkan kelewat keren (?) :v Emang deh yg begini nih namanya "True Friend" ;) Gak datang waktu kesusahan doang, saling tolong menolong, gak saling menyalahkan dsb!! Hm pokoknya very very very good buat cerbung ini :v Cepet next yaa kak haha

    BalasHapus
  3. eh kapan ni cerbung gw di next(?).. gw udah tunggu ini. ini cuplikan apa real part(?)...
    tardulu. kek nya ni asmara mereka berbelit dah con. atw kalo cindai gak mau sama bagas. sama gw aja..

    BalasHapus

Posting Komentar