CERBUNG IDOLA CILIK (THE MODUS PART 1) HAPPY READING GUYS


Cerita ini hanya fiktif belaka, hanya khayalan penulis, apabila ada kesamaan tokoh, tempat dan kisah hidup mohon jangan tuntut penulis karena disini tak ada unsure kesengajaan atau sindiran kepada siapapun! J 😡
Sementara cerpen ini yang bisa saya persembahkan untuk readers, cerbung CDR insyaallah akan segera digarap, takut readers ngebakar rumah gue L , ini sebenarnya cerpen bukan cerbung tapi kayaknya terlalu banyak untuk dikatakan cerpen, dan terlalu sedikit untuk dikatakan cerbung atau novel, jadi sebut saja ini CerBag (Cerbung Bagian) yang ini bagian satu yaa….
PESAN : jangan jadi pembaca gelap yaa? Minimal like, komen kalo kalian suka dan beri pendapat ceritanya, oke oke ?? kalo gak komen gak bakal di tag lagi yaa L hargai yang ngetik dari itu saja….. :* dan buat yang gak minta tag tapi ditag, kalian adalah bagian dari moodbooster kuh :* BACA DENGAN TELITI JANGAN SAMPAI KETINGGALAN 1 KALIMATPUN… RUGI *hehehehehe*  ^_^
Syarat next : Like 50+ Comen 30 ,, kalo kurang dari itu gabakal lanjut yaa ^_^ kalo kurang dari itu artinya cerpen ini juelek :”( ……  kalo like = komen lebih dari syarat kelulusan (?) part selanjutnya akan dipanjangin^_^
Yasudahlah gak usah banyak bacot, silahkan dibaca hasil buah tangan ku (?) hati hati typo bertebaran, spacing, dan segala kesalah pengetikan, karena saya bukan ahli ketik (?) -__- rrr silahkan dibaca , HOPE YOU LIKE THIS



THE MODUS !
Character of story :
Chelsea Ramadhani 
Chindai Aisyahrani
Bagas Rahman 
Karel Susanto
Rio Stevano

            Jaman memang sudah berganti , era 20an sudah tenggelam terkubur di masanya, sifat sikap dan perilaku masyarakat berganti seiring pergantian jaman, permainan tradisional mulai pupus dimakan waktu, bocah kecil sekarang tak lagi suka berkeliaran di luar rumah, anak kecil modern itu lebih suka menetap didalam rumah duduk santai dengan menggenggam benda kotak yang berisi game, media sosial yang tengah trend trendnya sperti facebook twitter instagram dan sejenisnya seolah olah semakin menghapus cara bermain gundu lompat tali petak umpet dan sejenisnya.
            “Chelsea! Ayo makan, mama tunggu tunggu kok gak datang” teriak seorang wanita paruh baya yang tengah berada di dapur sambil memandangi masakan yang tadi ia masak untuk makan siang keluarganya. “Chelsea! Dengar mama tidak? “ teriaknya sekali lagi karena orang yang diharap tak kunjung datang.
            Sama halnya dengan gadis bernama Chelsea ini dia tengah asyik memainkan benda lebar berbentuk segi empat tipis bernama Tablet . disana Chelsea tengah asyik chatting dengan nama yang ada didalam tablet nya itu, dan dengan headset yang menempel dikedua lubang telingnanya membuatnya tak mendengar teriakan sang ibu dari luar sana. Ia asyik mengangguk anggukkan kepala, sesekali tersenyum tak jelas dengan siapa, karena disana tak ada siapapun hanya Chelsea dan tablet didalam kamarnya. “uuh manis banget sih nih anak” lirih Chelsea ia terus memandangi layar tabletnya seolah ada sesuatu yang menarik perhatiannya disana.
            Kegiatan Chelsea terhenti ketika ketukan keras diluar kamar mengganggu alur lagu yang masuk ke telinganya, kemudian di susul dengan masuknya wanita paruh baya dengan raut wajah tak bersahabat. “Bagus ya Chelsea bagus! Mama nunggu kamu dimeja makan, kamu malah asyik main main disini? Tadi bilang mau makan? Mama udah siapin di dapur , kamunya masih santai santai disini? Ayo turun!” ucap wanita itu, ia mama Chelsea yang sedari tadi menunggu diruang makan. Chelsea terbelalak ia lupa bahwa tadi ia minta makan pada mamanya, tapi gara gara ada pesan masuk dari orang diseberang sana Chelsea jadi lupa dan memilih melanjutkan aktivitas tangan itu. Chelsea melepas headset yang menutupi kedua lubang telinganya, “duhh mama sayang, maafin chels yaa, chels lupa, tadi ada Chindai nanya PR makanya chels masih bantuin dia lewat line” ucap Chelsea suaranya dilembut lembutkan. “PR PR, ayo makan, jangan sampai telat entar mag kamu kambuh lagi” balas mamanya. Lalu keluar kamar diiringi Chelsea dibelakangnya. Memang fakta sebuah gadget bisa menghilangkan rasa lapar bukan dengan memakan bendanya tapi dengan siapa dia berkomunikasi lewat benda itu, benda yang menagkjubkan bukan?
****
            Jam menunjuk angka enam seorang gadis sudah duduk manis di depan bangku depan kelas, ia terlihat menunggu seseorang, tak berapa lama terlihat seorang lelaki berjalan kearah dirinya, ia pandangi lekat lekat lelaki itu, lelaki tinggi hitam manis yang selalu berpenampilan rapih dengan dasi abu abu melingkar dilehernya dan menjuntai di dadanya diujung dasi terjadapat tulisan SMA 2 Pelita nama sekolah yang kini ia pijaki. Ia terus berjalan melewati Chelsea “hey Chelsea “ sapa lelaki itu dengan menoleh sesaat lalu kembali berjalan lurus menuju kelasnya disamping kelas Chelsea XI  IPA 1. “iya rel” jawab Chelsea sekenanya, kedua bola matanya masih mengikuti kemana lelaki itu berjalan hingga ia masuk pada kelasnya. “Karel, yampun dia rajin banget sih, udah rajin soleh lagi, makan apa dia dirumahnya? Makan buku? Atau minum C6H12O6 , C12H22O11. Atau CH3COOH ? halah, gue mikir apaan sih? Kenapa gak sekalian gue mikir dia makanin sabun 3NaOOCR ! “ ucap Chelsea memikirkan kepintaran Karel lelaki yang lewat didepannya tadi, Chelsea merasa kagum pada lelaki itu. Ia terus memikirkan Karel sampai ia tak sadar seorang gadis menyapanya.
            Chelsea membenarkan duduknya karena ia lihat Karel keluar dari kelas dan menuju kearahnya. Chelsea sudah percaya diri bahwa Karel akan menghampirinya, dan benar dia menghampiri Chelsea duduk disamping Chelsea sekitar lima jengkal jauhnya. “tumben dateng pagi chel “ sapa Karel membuka percakapan diantara mereka. “ha? Iya kebetulan tadi nebeng kakak jadi harus pagi” ucap Chelsea asal, ia berkesimpulan bahwa Karel menganggap dirinya aneh datang pagi pagi, biasanya Chelsea selalu datang pas bell berbunyi. Itu berarti Karel memperhatikannya? Tentu saja karena dulu mereka pernah satu kelas di kelas X. “nanti jam pertama apa chel ?” Tanya Karel “Fisika, pak raffy” jawab Chelsea “bab tentang apa?” “hukum newton tentang gerak dan gravitasi” jawab Chelsea  seperlunya “tau gak chel? Hukum newton itu salah loh!” “ha? Mana bisa ?” kata Chelsea tak percaya baru kali ini ada yang menyalahkan hukum newton, Chelsea mulai serius mendengarkan. “iya.. menurut hukum newton benda yang jatuh akan akan menuju ke pusat gravitasi setempat. Tapi kok hati aku jatuh nya dihati kamu?” ucap Karel santai kemudian tersenyum lebar. “ha?” Chelsea menganga mendengar pengakuan dari karel tentang kesalahan hukum newton! Tak menyangka akan mendapat jawaban seperti itu. “tau hukum newton ke 3 gak ? aksi reaksi sama kayak cinta kita “ kata karel lagi ia tetap santai mengatakannya. “hukum Archimedes ataupun hukum newton gak akan pernah tau ion ion apa yang  membuat hati kita melebur jadi satu” lagi lagi karel berucap dengan santai ini seperti mudah ia lontarkan. Bagi yang belum paham maksud dari hukum hukum itu silahkan dibaca dahulu supaya lebih ngena. Tapi lain bagi Chelsea, dia memahami betul apa ayng dikatakan karel itu membuatya seakan terbang keliling dunia tampa baling baling bambu. Chelsea masih dalam posisi mengaga mencerna kata kata karel yang sedari tadi dilontarkannya dengan mudah dan fasih!. “Chelsea… “ belum selesai karel berucap Chelsea buru memotong “stoooppp! Lo bisa lancar gitu sih rel? lo gak sakit rel? kek ada yang salah nih” kata Chelsea menatap seluk wajah karel yang biasa saja namun menarik.
            Seorang gadis melewati dua remaja yang tengah berbunga bunga ini, Chelsea menyapa gadis itu. “Ndol, PR udah? “ ditanya begitu gadis itu berhenti melangkah sejenak, “Fisika? Udah “ jawabnya “gue nyontek dong,” pinta Chelsea memelas, gadis tadi membelalakkan matanya merasa heran, tumben seorang Chelsea Ramadhani tak mengerjakan PR ? ada apa gerangan, bukankah ia yang selalu  jadi objek contekan teman teman sekelasnya, “gak salah denger gue?” kata gadis itu. “enggak. Mana catatan lo ndol” kata Chelsea , gadis itu membuka resleting tasnya menyeleksi benda benda di dalamnya kemudian mengeluarkan buku bersampul kertas kado warna pink lalu ia berikan pada Chelsea teman sebangkunya di kelas XI IPA 2.
 Gadis tadi memperhatikan cowok yang duduk disebelah Chelsea, terlintas deskripsi singkat diotak gadis itu menurutnya Karel adalah cowok yang rapih wangi cool bisa dibilang masuk kategori cowok cowok keren ala sekolahan, ia gadis bername tag Cindai Aisyahrani itu tak pernah melihat cowok ini sebelumnya. “Chels gue masuk ya” ucap Cindai lalu melangkah memasuki pintu kelas.
“Chels kamu belom ngerjakan PR ya?” Tanya Karel , Chelsea malu ditanya begitu oleh karel , “hehee iya gak sempet semalem rel” jawab Chelsea malu malu, “pasti gara chatting kan chels” tebak karel tepat. “hah kok lo tau? “ Tanya Chelsea heran “yaialah kan semalem aku juga on… tapi berenti jm sebelas malam, aku liat kamu masih on aja!” jawab karel . Chelsea jadi malu sendiri pada karel , apa begini kelakuan siswa ? begadang hanya untuk chating dengan kawan , bukan berdiskusi masalah pelajaran malah diskusi masalah hati.
Bell berdentang dengan nyaringnya memberi tanda akan dimulainya pelajaran. Kedua remaja ini menampakkan wajah kecewa mungkin karena harus berpisah , mereka beda kelas. Chelsea XI IPA 2 sedangkan Bagas dari kelas XI IPA 1 keduanya mulai memasuki kelas masing masing.

********
Kelas yang seharusnya tenang, dihebohkan oleh penghuni penghuni kelas yang sibuk dengan urusan masing masing, sebagian dari mereka mengerubungi salah satu anak untuk dijadikan kiblat mencontek PR fisika, mereka mengelilingi meja Chelsea dan Cindai, gerah Cindai memutuskan untuk menghindar dari kerumunan itu ia memilih berdiri dipintu kelas, hitung hitung menunggui Pak Rafi guru Fisika yang akan mengisi jam pertama. Seorang cowok tinggi putih dengan jambul rambut yang berdiri kokoh menghampiri Cindai,
“hai Ndai sendiri aja nih” ucap cowok itu “kata siapa sendiri, kan bareng elu” jawab Cindai seadanaya, “ndai fisika udah?”katanya lagi. “kalo belom, gue pasti masih desek desekan nyalin jawaban disitu “
“ndai tau gak persamaan kamu sama magnet?” Tanya cowok bername tag Bagas Rahman  ia kerap disapa Bagas atau Raja Gombal karena kebiasaannya menggombali setiap teman cewek yang dekat dengannya, jangankan yang sudah dia kenal, yang belom kenal pun jadi target kegiatan bergombalnya. “ gak tau, apa?” kata Cindai polos, dia paham apa yang akan dikatakan Bagas padanya. “kalo dua magnet beda jenis didekatkan akan terjadi tarik menari, sama kayak aku dan kamu saling tarik menarik hati kita” jawab Bagas dengan wajah girang kemudian memukul tembok seolah puas dengan ucapannya barusan. “so sweet ! Gas tau gak sih, kalo lo jadi magnet, gue bakal jadi apa?” Tanya Cindai “jadi apa?” jawab Bagas antusias “gue bakal jadi medan magnet soalnya magnet dan medan magnet selalu bersamaan” kata cindai polos, keduanya tersenyum tak jelas, hingga tak sengaja Cindai melihat seorang guru paruh baya berjalan kearah kelasnya , itu adalah pak Rafi guru fisika. “PAK RAFFY” teriak Cindai heboh, ia segera berlari ketempatnya begitupun dengan Bagas , selang beberapa detik dari teriakan heboh Cindai kelas tiba tiba tenang hingga muncul pak Rafi dari balik pintu kelas yang kokoh di cat berwarna coklat ala kayu kayu hutan.
Buggg !! ada senggolan pada kaki Cindai yang membuatnya meringis kesakitan, ia menoleh dengan tatapan membunuh pada gadis yang duduk disebelahnya, pada Chelsea. Chelsea memberinya sebuah kertas kecil berisi catatan. “Cindai, gue belom selesai PRnya” kata Chelsea pada kertas itu. Saat cindai hendak membalas pesan Chelsea suara serak plus lantang pak Raffi mengalihkan semuanya, seluruh telinga fokus pada suara apa yang hendak keluar dari mulut pak Raffy.
“Chelsea ramadhani, coba kerjakan PR nomor 1 “ perintnah pak raffy semerta merta menyebut nama murid, tak perduli murid itu siap atau tidak, selesai atau tidak, bisa atau tidak. Chelsea menelan ludah berat, ia menyesali keadaan mengapa semalam ia harus begadang hanya untuk chatting dengan Bagas teman sekelasnya yang tadi menggobali cindai sahabatnya. Penyesalan tinggal penyesalan, Chelsea maju tampa persiapan apapu, materi yang belum dijelaskan, belum ia pelajari, ia baca soal fisika itu kemuadian ia tulis apa saja yang diketahui dari soal soal itu, setelah itu ia tidak tahu lagi apa yang mesti ia bagi kali tambah atau kurangi dengan elemen elemen yang sudah diketahui. Chelsea berdiri sekitar sepuluh menit namun yang ia dapat hanya elemen yang diketahui. “sudah Chelsea ?” Tanya pak raffy Chelsea menggeleng lemah. Pak raffy melihat hasil kerja Chelsea ia mengkerutkan alisnya , keheranan baru kali ini ia melihat Chelsea tak bisa menyelesaikan soal fisika.
 “Chelsea ! kenapa kamu tak bisa mengerjakan soal ini?” Tanya pak raffy. “susah pak” jawab Chelsea seadanya. “susah? Biasanya soal yang lebih susah dari ini kamu bisa, kenapa sekarang malah tak  bisa ? semalam kamu tidak belajar ya? Gak ngerjakan PR Chelsea?” tebak pak raffy. Roman romannya Chelsea akan sial. “sudah kok pak, “ elak Chelsea padahal sungguh ia belum menyalin tugas Cindai, “mana bapak lihat” “eng? Belom pak” jawab Chelsea kelimpungan membuat pak raffy bernafas kasar, ia memandangi Chelsea dalam, “Chelsea, kamu mau berbohong pada bapak iya, bapak tidak suka dibohongi Chelsea, kamu jujur saja bapak bisa terima karena setiap murid itu pasti melakukan kecerobohan, bapak tidak suka ada murid bapak berbohong demi menyelamatkan dirinya, jujur! Jujur lebih baik! “ ucap pak raffy Chelsea semakin menunduk malu, meruntuki kesalahannya berbohong pada pak raffy yang jelas jelas tak suka dibohongi, terimalah nasibnya dimarahi dipermalukan didepan teman sekelasnya, benar saja atas kejadian ini satu jam pelajaran habis digunakan pak raffy untuk memarahi Chelsea dan berpetuah pada murid kelas ini, Chelsea sungguh sungguh malu, teman lain hanya menertawakan Chelsea, “jam bapak habis gara gara Chelsea “ ujar pak raffy , Chelsea mendengus pelan “salah sendiri pidato udah kayak mau kampanye presiden” sungut Chelsea dalam hati, kakinya sudah pegal menuntuk untuk relaksasi.
Bagas  mengacungkan tangan membuat seluruh pasang mata memandangnya “ada apa bagas? Mau ijin kamar mandi” tebak pak raffy karena jawaban itu murid murid tertawa melihat pak raffy yang hapal betul kelakuan bagas , yaitu izin ke kamar mandi. “bukan pak, saya hanya kesihan pada Chelsea yang sudah kesakitan berdiri selama satu jam pelajaran” ucap bagas santai namun raut wajahnya serius, “ciyee ciyeeeee” koor teman teman kelasnya . “bagas modus tuh” “modus aja lo gas “ kelas tiba tiba riuh “diam diam!” bentak pak raffy, seluruh murid kembali diam, “Bagas, mau nemenin Chelsea didepan atau menggantikan posisi Chelsea di depan?” Tanya pak raffy menantang kesungguhan Bagas, “saya gantikan Chelsea saja pak” jawab bagas  seadanya, “owh, silahkan, duduk Chelsea “ perintah pak raffy, Chelsea keheranan untuk apa Bagas  melakukan itu? Dia memang cowok modus, tapi apa sampai sebegini usahanya dia modus? Chelsea sempat speechless melihat bagas, apa dia sungguh sungguh? Ah tidak mungkin! Dia manis pada setiap cewek! Bagas maju menghampiri Chelsea dan berbisik “udah duduk sana chels, gue tau lu capek kan, pelajaran masih ada satu jam lagi loh” “tapi gas…” “udah…” Chelsea duduk dibangkunya, senangnya ia rasa. “ciyeeeee” temannya kembali usil  pada dua remaja ini.
Pak raffy melanjutkan materi pembelajaran, dengan tetap membiarkan Bagas berdiri didepan kelas menggantikan Chelsea. Bukannya memperhatikan penjelasan pak raffy Chelsea malah terobsesi pada sosok Bagas yang dengan gentle nya mau menggantikan posisinya, bagi Chelsea ini adalah modus terbaik bagas, “Bagas emang ganteng, pinter, baik, tapi modus banget” ucap Chelsea dalam hati.

*********
Taman yang indah terawat, walau musim kemarau begini rumput rumput tetap hidup subur ditaman ini banyak pohon rindang dan sejuk, sungguh asri. Terlihat bangku putih bertengger manis dibawah pohon rindang yang sejuk itu, dengan seorang gadis yang duduk sambil membaca buku, kemudian datang lelaki menghampiri gadis ini dengan membawa dua cup minuman.
“siang honey…” sapa lelaki tadi sembari menyodorkan satu minuman pada gadis itu, gadis itu menyambut ramah, dengan senyumnya yang khas ia dapat menyejukkan hati yang melihat senyuman itu. “siang juga honey” balas Ify gadis yang mmembaca buku tadi, disampingnya adalah Mario lelaki yang telah mengikatnya dengan kata Pacar entah itu ikatan dari mana asalnya karena bagi sebagian umat, Pacar-an itu bukan ikatan yang shah untuk mengikat dua sejoli atau seorang yang bukan muhrim, apa daya merek yang lemah dan terbawa arus kebaratan yang sudah dari jaman dulu memasuki budaya timur ini.
“honey tau gak kenapa aku beliin kamu eskrim? Bukan air mineral atau minuman lain?” Tanya Mario full ekspresi, Ify tampak berpikir santai sebelum menjawab pertanyaan Mario “kenapa?...” “karena aku pengennya kamu tetap jadipenyejuk dihati aku” kata Mario membuat Ify tersenyum kegirangan, walaupun hamper setiap hari Mario memuji Ify, yaa sesuai kodratnya wanita memang suka di puji apalagi yang memuji adalah seorang yang disuka dan disayangnya, namun kini setiap orang salah asumsi dengan trend yang begini membuat manusia kebablasan dan tak lagi memahami mana yang harus dikerjakan dan tidak dikerjakan, lagi lagi ini semua akibat budaya kebaratan itu tadi. “uuh kamu makin hari makin so sweet tau honey” ucap Ify yang sudah luluh hatinya.
Satu pesan masuk membuat handphone ini berkedip sejenak setelah itu kembali redup, pemiliknya sadar dengan semangat mengechek siapa yang telah mengiriminya pesan. Rupanya dari kakaknya Ify Alyysa namanya, dia kakak Cindai. Cindai membaca pesan yang masuk via line itu. Ia membalas chat kakaknya, tentu saja dengan sembunyi sembunyi dari pak Raffy yang sedang khusuk mengajar.
“Ndooll, lu harus tau ya, kalo cowok gue yang baru tuh romantis banget tau gak seh”
“gak salah denger gue kak? Palingan modus :v “
“enak aja, ya enggaklah Ndool kalo dia modus ngapain dia pacarin gue “
“yaa kali ada maksud terselubung kak!”
“ah udah ahh, elu mah Nething mulu kalo denger kata cowok, bye Cendol luplup kiyuh”
Cindai tak lagi membalas pesan kakaknya, ia kembali fokus pada pelajaran pak Raffy.

**************
Jam menunjuk angka tiga, matahari sudah hampir melesat kea rah barat, namun ia masih enggan meninggalkan pertengahan langit dikota ini, yaps jam tiga sore waktunya pulang sekolah, melepas penat, sejenak merenggangkan tegangan otak yang sedari pagi disuuhi macam macam materi yang tak mudah dipahami.
Terlihat parkiran sekolah mulai senggang dari keramaian siswa dan padatnya motor yang terparkir apik disana, dua gadis remaja Chelsea dan Cindai mendekati parkiran keduanya sama sama membawa kunci motor, dari penjuru kanan terlihat sebuah motor mendekat kearah kedua gadis ini motor itu menghalangi langkah keduanya, pemilik motor membuka kaca helm full face yang menutupi kepalanya, dia Bagas yang boncengan dengan temannya Bidi nama lelaki yang bersama Bagas.
“hai Chels, Ndai… “ sapa Bagas dengan senyum manis yang ia sebut senyumnya adalah senyum paling mempesona se jagat SMA Bunga Bangsa. Memang benar siapa yang tak mengatakan Bagas mempesona? Kuliatnya putih, hidung mancung rambut selalu tertata rapi seragam rapi dia pandai dalam pelajaran dia aktif di OSIS dan yang paling penting dia selalu bisa membuat cewek cewek nyaman dengan sikap dia yang manis. “Hai juga Bagas,Bidi…” jawab Chelsea dan Cindai kompak. “mau kemana nih?” Tanya bagas basa basi. “pulang lah gas., lu gak liat nih udah sore” jawab Cindai dengan intonasi tak bersahabat, mungkin dia lelah. “ohiya gas, makasih ya buat yang tadi dikelas pak raffy!” ucap Chelsea mengingat kejadian tadi “santai aja kali chels, btw gue boleh nanya?” “boleh” “rumah makan paling dekat dari sini lewat mana ya?” “di sebelah timur sekolah, sebelah kanan alfamart ada rumah makan padang” jawab Chelsea menunjukkan rute sasaran. “oh, kalau mau kehati kamu lewat mana?” ucap Bagas lagi, membuat Chelsea melongo, rupanya bagas tak serius menanyakan rumah makan paling dekat dimana, “bisa aja lo Bagas Rahmani” kata Cindai dengan wajah datar tak berekspresi. “Ndai, lu tau gak sih bedanya elo sama parkiran?” Tanya Bidi pada Cindai, sama halnya dengan bagas, Bidi juga termasuk cowok yang memiliki senyum mempesona, kegiatannya tak jauh dengan bagas, hanya saja Bidi tak ikut OSIS melainkan aktif di Pramuka. “gak tau bang” jawab Cindai dengan jawaban sok asik menirukan gaya mbak Nunung SriMulat saat akan dirayu oleh Andre Taulani di lakon OVJ. Membuat bagas dan Bidi tersenyum tak jelas melihat Cindai. “Kalo parkiran tempat parker sepeda motor, kalo kamu tempat parkir hati aku diparkiran hatimu” jawab Bidi dengan santainya. Bukannya senang Cindai malah tambah tak bereskpresi alias flat, “udah sana sana” usir Cindai , kedua cowok itu langsung melesat tampa suara apapun lagi. “oiya satu lagi.. hati hati ya ndai chels , aku gak mau kalian kenapa napa, kalo ada sesuatu dijalan langsung calling calling ya” kata bagas wajahnya ia buat semelas seprihatin mungkin seolah apa yang dikatakannya benar dari hati. “atau sebut nama bidi tiga kali, kalo sempet pasti aku dateng” tambah bidi, kemudia mendapat toyoran dari bagas karena bagi bagas itu garing. “udah sanaaaa” usir Cindai lagi. “iyaa byee” . keduanya menstater motor dan pergi dari tempat itu.


Malam, yang seharusnya gelap dan sunyi tak berlaku dikamar bercat pink dengan badcover kasur bergambar doraemon, dikasur itu duduk tiga wanita dengan aktifitas masing masing, dendangan lagu Kubahagia milik Melly Goeslow melantun keras lewat speaker aktif yang diletakkan dimeja rias, ketiga cewek itu sibuk dengan gadget masing masing mereka seakan berlomba mengirim sms, khusuk sambil mendengarkan dentuman lagu itu. Bukannya mengerjakan PR yag diberikan guru disekolah mereka sibuk dengan benda kecil itu.
“KYYYAAAH !! RIO YAMPUN !! “ jerit cewek kurus berdagu tirus dia terlihat cantik ala cewek cewek timur tengah, dia Ify kakak Cindai. Jeritan itu mengganggu telinga kedua cewek disampingnya. “Kak Ify apaan sih alay banget tau gak! Kenapa? Kenapa rio teh rio lo itu kak?” ucap Cindai ia kesal pada Ify karena jeritannya itu tak membuatnya terlena melainkan memekakkan telinganya. Beda dengan cewek yang satu lagi ia tak berkomentar melainkan langsung beraksi, dengan menimpuk Ify dengan bantal cantik berwarna pink yang ia gunakan untuk menyanggah dagunya. Ify meringis kesal dengan perlakuan kedua makhluk yang menyerangnya, “WOYY!! RESE LO BERDUA!!” teriak Ify lagi, “makanya diem kurus!” umpat Chelsea kesal tak sadar dia bahwa dia juga kurus “nih kalian dengerin yaa gue bacain line dari  rio” kata Ify heboh sembari mengutak atik handphone nya dengan tergesa gesa.
“ Dear my sunrise
Kau tau bintang?
dia biasa saja tampa engkau
kau tau Bulan?
dia takkan indah tampamu
kau tau pepohonan ?
dia tak tumbuh sempurna tampa kamu
kau tau Mario?
apalah dia tampa dirimu. “
Ucap ify dengan intonasi membaca puisi, padahal itu bukan puisi, hanya rangkaian kata yang ? biasa saja untuk menggombali perempuan. “HUUEE aku tampamu butiran debu” ucap Cindai saking gelinya dengan kalimat kalimat itu. “heh belajar woy belajar!” kata Chelsea ia sudah memegang buku dengan bolpoin sedang mengerjakan tugas , ia kapok tak mau lagi dihukum dipermalukan didepan kelas. “halah emang susah ngomong sama jones yaa susah!” kata Ify seolah menghina tapi kedua gadis ini tak memperdulikan ucapan ify. Chelsea kembali berkutat dengan buku kimia didepannya. Ia sedang mengerjakan PR yang diberikan bu Nagita minggu lalu. Ia lirik Cindai yang sedari tadi memainkan handphone. “Ndol, ngapain lu, gak inget kimia ada tugas ?” ucap Chelsea mengingatkan “inget kok chels, kalo ada lo disini gue santai tinggal nyontek gitu” jawab cindai , saat berbicara dengan Chelsea pun dia tak menatap wajah Chelsea masih sibuk dengan handphoenya.
Tiba tiba handphone Chelsea bergetar kemudia bercahaya, Chelsea mengambil dan melihat satu line masuk, dari Bagas!
“Hai Cantik.. besok masuk kan?”
“Masuk dong, insyaallah”
“jangan sampek kamu gak masuk yaa, pasti sepi hari hariku tampa kamu chels “
“masa begitu? Hilang satu korban modus lo ya”
“yaa enggak dong… kalo kamu air, aku jadi gula yaa”
“kok giitu”
“biar bisa menyatu dengan kamu”
Chelsea mulai asyik dengan chatting bersama bagas, ia sampai lupa dengan kimia yang sudah ia pikirkan matang matang tadi. Sama halnya dengan cindai kedua gadis ini seperti tengah berlomba mengirim SMS! “Chels ! kimia lo udah?” Tanya cindai yang melihat Chelsea tak lagi berkutat dengan bukunya, “belom sih, nanti lagi deh, masih bosen” jawab Chelsea tampa menoleh pada cindai yang bertanya. Begitu hebatnya yang ada dibalik benda gadget itu hingga ia serasa lebih penting dari apapun.

.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue !
Gimana gimana ? jelek ya :3 ,, yasudahlah…. Tinggalkan jejak petualang ya -_- ,, biar diriku senang… awas kalo enggak :3

FOLLOW yaaa @YuyunShovia , dan ask about everything diask.fm @Yuvinaz J thanks 

Komentar